WASIOR, Kabartimur.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Satgas Terpadu Karhutla dipimpin Sekretaris Daerah dengan melibatkan semua unsur mulai dari Pemda, TNI/Polri juga lembaga terkait serta masyarakat.
“Kita bentuk Satgas sekaligus kita persiapkan apa-apa yang akan kita lakukan bersama-sama. Tim ini tidak kita berikan batas waktu pokoknya sampai dengan tidak ada kebarakan yang berlarut-larut, “kata Bupati Elysa Auri saat memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla, Senin (24/8/2026) di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei.
Rakor dihadiri Wakil Bupati Anthonius Alex Marani, Ketua DPRK Aplena Dimara, Komandan Kodim 1811/Teluk Wondama Letkol Inf Dwi Haryanto serta Kapolres AKBP Bayu Dewasto bersama para pimpinan perangkat daerah Pemkab Wondama.
Bupati menyampaikan sejauh ini terpantau sudah ada belasan titik api yang tersebar di berbagai wilayah Teluk Wondama. Meliputi Distrik Teluk Duairi, Wasior, Wondiboi, Rasiei, Naikere, Windesi, Nikiwar dan Soug Wepu.
Dengan adanya Satgas Karhutla diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Teluk Wondama yang sejauh ini masih dlakukan secara sporadis dapat berjalan dengan lebih baik dan efektif.
“Penanganan kebakaran hutan dan lahan ini kita lakukan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat karena ada oknum-oknum yang sembarang-sembarang membakar lahan atau kebun sehingga kemudian menimbulkan kebakaran hutan, “kata Auri.
Komandan Kodim 1811/Teluk Wondama Letkol Dwi Haryanto menekankan bahwa selain faktor alam, api yang memicu kebakaran hutan dan lahan pada umumnya bersumber dari kebiasaan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Tetapi juga ulah dari oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja menyulut api.
Karena itu Dandim menyarankan perlunya ada edukasi yang lebih masif kepada masyarakat agar menghindari perilaku-perilaku yang berpotensi memunculkan kebakaran hutan dan lahan.
“Bapak bupati sudah mengeluarkan surat edaran (tentang Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 dan Antisipasi Potensi El Nino Tahun 2027), tapi masih banyak oknum yang sengaja membakar. Ini yang perlu menjadi perhatian kita bersama, “ujar Dandim Dwi.
Menindaklanjuti Pembentukan Satgas Karhutla, terhitung mulai Senin, 24 Agustus mulai diaktifkan Posko Siaga Karhutla yang berlokasi di Taman Masasoya Topai Wasior yang dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Satgas juga mulai aktif melakukan titik api di sejumlah wilayah yang sebelumnya terjadi karhutla untuk memantau sebaran api.
Selain itu, bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pada Senin malam digelar doa lintas agama untuk memohon perlindungan Tuhan agar Wondama dijauhkan dari bencana Karhutla sekaligus berdoa agar segera turun hujan di Wondama.
Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan sempat terjadi sejumlah titik antara lain kawasan hutan Cagar Alam Pegunungan Wondiboi, tepatnya di belakang pemukiman Huntap I Iriati yang kemudian menjalar hingga ke kawasan hutan di belakang pemukiman Tanah Polres Iriati, Distrik Wasior.
Warga dibantu aparat Polres Teluk Wondama, Basarnas dan masyarakat sekitar bahu membahu berupaya memadamkan api meski dengan peralatan seadanya. Meski belum padam sepenuhnya, api yang sudah mendekati pemukiman warga berhasil dilokalisir sehingga tidak lagi mendekati pemukiman. (Nday)







