Pemda Torut Paparkan Kajian Resiko Bencana di Aula Ayam Penyet Ria Rantepao

TORAJA UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toraja Utara melaksanakan Lokakarya Penyusunan Kajian Resiko Bencana (KRB) yang membahas beberapa komponen penting seperti Kajian Resiko Bencana (KRB), Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Rencana Kontijensi (Renkon) dan Peta Kapasitas dan Peta Rawan Bencana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di gedung aula Ayam Penyet Ria Rantepao (14/06/2024) dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kab. Toraja Utara, Alexander Limbong Tiku, SH, MH, Sekretaris Daerah Toraja Utara, Salvius Pasang, SP.,MP, Sekretaris BPBD Kab. Toraja Utara, Ermita A. Husain, S.I.P serta Narasumber dalam kegiatan dari Yayasan INANTA, Leonardy Sambo dan Jasmani Ghadi.

Bacaan Lainnya

Mengawali kegiatan, laporan Ketua Panitia Kegiatan Lokakarya Penyusunan Dokumen Penanggulangan Bencana Kabupaten Toraja Utara disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Toraja Utara, Alexander Limbong Tiku mengatakan, Tujuan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) dalam rangka menilai potensi dan kemungkinan serta besaran kerugian akibat ancaman bencana di Kabupaten Toraja Utara, menentukan perencanaan suatu wilayah yang berpotensi terkena dampak bencana, sebagai syarat utama untuk permohonan dana RR dan DSP dengan ketersediaan beberapa dokumen antara laian KRB, RPB, Renkon, dan Peta Rawan Bencana”, Lapor Kepala Pelaksana BPBD Kab. Toraja Utara.

Baca Juga :   Bupati Haltim Menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT RI Ke -77 Tahun

“Jumlah peserta Lokakarya kurang lebih 100 orang peserta yang terdiri dari BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Stakeholder terkait dari Pemda Toraja Utara meliputi Para Kepala OPD, Para Camat, TNI/Polri, dan instansi vertikal antara lain Badan Pusat Statistik (BPS), BMKG, dan Basarnas”, sambungnya.

“Sumber dana kegiatan ini bersumber dari APBD Kabupaten toraja Utara Tahun Anggaran 2024 dan kegiatan Lokakarya hari ini akan berlanjut dengan tahapan penyusunan, Asistensi Dokumen Kajian ke BNPB yang selanjutnya akan dilaksanakan Diskusi Publik dan kembali akan melibatkan FORKOPIMDA, OPD terkait, Camat, intansi vertikal, Lurah/Kepala Lembang dan Stakeholder lainnya” jelas Alexander Limbong Tiku

Membuka kegiatan lokakarya, Sekretaris Daerah Toraja Utara, Salvius Pasang, SP.,MP mengatakan “Saya mewakili bapak Bupati mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh peserta yang menghadiri kegiatan ini sebab pertemuan seperti ini sangat penting kita ikuti dan laksanakan mengingat daerah kita rawan terhadap bencana”.

Baca Juga :   Pilkada 2024, Menko Hadi Tjahjanto Tegaskan TNI, Polri dan ASN Harus Netral

“Kepada jajaran dari Kapolres Toraja Utara, Dandim 1414 Tana Toraja, Basarnas dan semua yang hadir memenuhi undangan terima kasih sudah memenuhi undangan dan semoga apa yang kita bahas hari ini bisa betul-betul menghasilkan output yang sesuai kebutuhan dan menjawab pertanyaan dari masyarakat kita yang ada di daerah ini”.

“Bagi OPD, Camat, Lurah, Lembang dan seluruh jajajran yang terlibat harap harap benar-benar pertemuan ini di ikuti secara serius, sebab usainya pertemuan ada tugas yang menanti kepada bapak/ibu, selamat mengikuti kegiatan Tuhan Memberkati Kita Semua”, kunci Sekda Toraja Utara.(Red/Rls)

Pos terkait