Bupati Mambor Minta Kontingen Pesparawi Teluk Wondama Gemakan Satu Abad Tanah Peradaban di Kota Sorong

WASIOR – Bupati Teluk Wondama, Papua Barat Hendrik Mambor, Jumat, 14 Juni 2024 melepas kontingen Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) Kabupaten Teluk Wondama untuk mengikuti Pesparawi se Tanah Papua ke-14 di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Terlepas dari target meraih juara, Mambor mengharapkan hajatan Pesparawi se Tanah Papua itu dipakai untuk menggemakan perayaan Satu Abad Tanah Peradaban pada 2025 dan Sidang Sinode GKI di Tanah Papua pada 2027 yang berlangsung di Teluk Wondama.

“Gemakan Satu Abad Tanah Peradaban dan Sidang Sinode melalui Pesparawi di Sorong. Kita harus gemakan Tanah Peradaban, “pesan bupati.

Meski tidak mematok target khusus, Mambor berharap kontingen Teluk Wondama dapat menampilkan yang terbaik pada Pesparawi di Kota Sorong.

Bupati juga mengingatkan seluruh kontingen agar menjaga nama baik Teluk Wondama sebagai Tanah Peradaban Orang Papua.

Baca Juga :   Wondama Dapat Tambahan Kuota Penerima Bansos Covid-19 1.501 KK dari Pemerintah Pusat, Perbulan Terima 600 Ribu

“Bagi saya juara itu nomor dua tapi yang terpenting adalah pembinaan dan pembelajaran bagi anak-anak kita untuk bisa bernyanyi dengan baik. Karena itu ke depan perlu ada pembinaan terus bukan saja saat momen-momen begini saja, “ujar orang nomor satu Wondama.

Dalam Pesparawi se Tanah Papua di Kota Sorong, kontingen Teluk Wondama ambil bagian dalam tujuh kategori lomba.

Yakni solo anak usia 6-8 tahun (Yisrel Mawene), solo anak 9-12 tahun (Yesua Rituau) dan solo remaja putera (Daniel Kubiari).

Selanjutnya Paduan Suara Anak (PSA), Vokal Grup, Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dan Musik Gerejawi.

“Kontingen Pesparawi Kabupaten Teluk Wondama berjumlah 126 orang terdiri dari peserta 91 orang, dan panitia 35 orang,” kata Ketua Umum LPPD Kabupaten Teluk Wondama Paulus Indubri.

Indubri mengakui selama tahap persiapan pihaknya dihadapkan dengan banyak kendala. Terlebih, menurut eks Wakil Bupati Teluk Wondama ini, mencari generasi muda yang mampu bernyanyi dengan baik ternyata bukan perkara yang mudah.

Baca Juga :   Wujud Manunggal TNI-Rakyat, Babinsa di Windesi Turun Tangan Siapkan Bahan Bangunan untuk Pondok Paskah

“Mencari 35-40 orang di Wondama yang bisa bernyanyi dengan baik itu susah sekali. Kalau dibreak ke bawah kalau Papua itu mulai agak susah kalau turun lagi ke anak-anak Wondama lebih susah lagi. Karena bernyanyi dengan not balik itu memang tidak gampang “ujar Indubri.

Kontingen Pesparawi Teluk Wondama direncanakan bertolak ke Kota Sorong pada 17 Juni menggunakan KM Tidar. (Nday)

 

 

Pos terkait