Menyelam Teripang Pakai Kompresor, Warga Pulau Roon Meninggal Dunia

WASIOR – Praktik mencari ikan dengan menyelam menggunakan kompresor angin kembali memakan korban. Jaka Saputra, warga Kampung Yende, Distrik Roon Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat meregang nyawa setelah seharian menyelam teripang mengunakan kompresor, Kamis (9/5).

Jaka merupakan warga keturunan Ternate, Maluku Utara merupakan nelayan yang secara khusus didatangkan ke Pulau Roon untuk menyelam teripang dan ikan jenis tertentu. Pria berusia 30 tahunan itu diketahui pada Rabu (8/5) berangkat menyelam bersama rekan-rekannya. Seperti biasa, alat bantu pernapasan yang dipakai adalah kompresor angin.

“Dorang pulang molo (menyelam) terus istirahat, (masih) biasa-biasa saja). Tadi malam pas dia mau tidur langsung dia berteriak-teriak. Dari situ sudah langsung keram dan akhirnya meninggal, “ tutur Sekretaris Distrik Roon Yosep Manupapami di ruang jenazah RSUD Teluk Wondama di Manggurai, Wasior, Jumat (10/5).

Baca Juga :   Rakor Lintas Sektor Kesiapan Pilkada 2024 Teluk Wondama, Data Pemilih Jadi Sorotan Utama

Jaka diduga mengalami keram karena terjadi penyumbatan oksigen di pembuluh darah. Hal itu terjadi karena udara yang dihirup dari tabung kompresor tidak aman untuk tubuh manusia. Secara medis, menyelam dengan kompresor sangat beresiko bagi tubuh manusia karena bisa menyebabkan kelumpuhan, tuli hingga meninggal dunia.

“Ini sudah beberapa kali kejadian orang meninggal karena molo dengan kompresor. Di Roon itu barangkali sudah 5 orang, “ kata Manupapami.

Dia mengharapkan peristiwa naas yang menimpa Jaka bisa menjadi peringatan keras bagi nelayan di Distrik Roon agar tidak lagi menggunakan kompresor angin untuk menyelam teripang maupun ikan.
Selain mengancam keselamatan jiwa, kompresor juga merupakan alat bantu pernapasan yang tidak ramah lingkungan. Selang kompresor yang cukup panjang sangat berpotensi merusak terumbu karang di dasar laut.

“Di Roon sebenarnya sudah berulang kali kita kasih imbauan agar tidak pakai kompresor tetapi masyarakat tidak mau dengar. Kompresor-kompresor di sana itu sudah didoakan di gereja juga (supaya tidak digunakan), tapi masyarakat masih saja pakai. Semoga saja dengan kejadian ini tidak ada lagi yang pakai karena ini sangat berbahaya bagi keselamatan, “ pungkas Manupapami.

Baca Juga :   APBD Wondama 2022 Ditargetkan Naik Jadi 920 Miliar, Fokus Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi

Jenazah Jaka telah dibawa ke kota Wasior dan rencananya akan dimakamkan pada Jumat sore. (Nday)

Pos terkait