MANOKWARI, KABARTIMUR.COM- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn. Marciano Norman, menegaskan KONI Pusat tidak akan melakukan intervensi dalam pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Papua Barat 2026.
Hal itu disampaikan Marciano dalam sambutannya pada pembukaan Musorprovlub KONI Papua Barat yang digelar di Hotel Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (17/9/2026).
Marciano mengatakan, Musorprovlub digelar untuk memilih Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026–2030. Menurutnya, proses menuju pelaksanaan musyawarah tersebut berlangsung cukup panjang.
Ia menjelaskan, KONI Pusat sebelumnya memberikan masa kerja enam bulan kepada karateker KONI Papua Barat untuk menyelenggarakan Musorprovlub. Namun, karena hingga batas waktu tersebut musyawarah belum terlaksana, masa kerja karateker diperpanjang hingga pelaksanaan musyawarah pada Kamis ini.
“Prosesnya cukup panjang dan membutuhkan waktu. KONI Pusat memberikan perpanjangan masa kerja karateker sampai Musorprovlub ini dapat dilaksanakan,” ujar Marciano.
Ia menegaskan, KONI Pusat mengambil sikap proporsional dan tidak akan memberikan dukungan kepada salah satu calon Ketua Umum KONI Papua Barat.
“Siapa pun yang terpilih nanti merupakan pilihan seluruh anggota KONI Provinsi Papua Barat. KONI Pusat tidak akan melakukan intervensi maupun memberikan dukungan kepada salah satu calon,” tegasnya.
Marciano juga meminta seluruh peserta musyawarah mengikuti proses pemilihan secara sportif, aman, tertib, dan demokratis. Kehadiran KONI Pusat, kata dia, semata-mata untuk memberikan sambutan sekaligus menjadi narasumber apabila peserta membutuhkan penjelasan terkait mekanisme organisasi.
Ketua Terpilih Dituntut Bergerak Cepat
Marciano mengingatkan, Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026–2030 akan menghadapi sejumlah agenda olahraga nasional yang membutuhkan persiapan sejak dini.
Salah satunya adalah agenda olahraga yang berlangsung pada November 2026 di Jakarta. Selain itu, terdapat sejumlah agenda olahraga nasional pada 2027, termasuk PON Beladiri, PON Indoor, dan PON Remaja.
Persiapan juga diperlukan untuk menghadapi Pra-PON sebagai tahapan menuju PON XXII yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Ketua umum terpilih harus segera bekerja. Setelah kepengurusan terbentuk dan mendapatkan SK serta dilantik, harus langsung mempersiapkan berbagai kejuaraan yang sudah menanti,” katanya.
Prestasi Papua Barat Terus Meningkat
Marciano turut mengapresiasi perkembangan prestasi olahraga Papua Barat dalam beberapa penyelenggaraan PON.
Ia menyebut Papua Barat pada PON 2012 di Riau berada di peringkat 25 dari 34 provinsi. Posisi tersebut meningkat menjadi peringkat 24 pada PON 2016 di Jawa Barat dan peringkat 23 pada PON XX di Papua.
Pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara, posisi Papua Barat kembali meningkat ke peringkat 21 dari 38 provinsi.
Menurut Marciano, peningkatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan prestasi yang perlu dilanjutkan oleh kepengurusan KONI Papua Barat berikutnya.
“Ini menjadi tanggung jawab ketua umum periode 2026–2030 untuk melanjutkan apa yang sudah dilakukan kepengurusan sebelumnya,” ujarnya.
Ia berharap ketua umum terpilih bersama jajaran pengurus KONI Papua Barat dapat segera menyusun program kerja dan kepengurusan untuk menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan.
Marciano juga mengajak seluruh anggota KONI Papua Barat menjadikan tema Musorprovlub, “Mempersatukan Hati untuk Menuju Prestasi Olahraga Lebih Baik Tingkat Nasional maupun Internasional,” sebagai semangat bersama dalam membangun prestasi olahraga Papua Barat.
“Kita berharap Musorprovlub ini berjalan lancar, aman dan tertib serta menghasilkan ketua umum yang benar-benar dikehendaki seluruh anggota KONI Papua Barat,” pungkasnya. (Red/*)






