Gaji Honorer Haltim Masih Tunggu Petunjuk Pemerintah Pusat

HALTIM, kabartimur.com – Pembayaran gaji tenaga honorer daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) hingga kini masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sekretaris Daerah Haltim, Ricky Chairul Richfat, mengatakan pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menentukan mekanisme pembayaran gaji bagi tenaga honorer, terutama guru dan tenaga medis.

“Hingga saat ini belum ada arahan dari pusat terkait mekanisme pembayaran gaji honorer daerah,” ujar Ricky kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, untuk tenaga guru honorer sebenarnya telah tersedia skema tunjangan berbasis jam mengajar, dengan kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.

“Ke depan, jam mengajar akan menjadi acuan utama. Guru honorer cukup memenuhi jam mengajar dan pembayarannya dapat didukung dana pusat. Namun hal ini masih perlu dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Haltim,” jelasnya.

Baca Juga :   Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Kota Disulap Jadi Listrik

Sementara itu, untuk tenaga medis honorer, Pemda Haltim berencana menawarkan penempatan di Rumah Sakit Pratama Wasileo, Kecamatan Maba Utara. Namun, rencana tersebut masih menghadapi kendala karena sebagian tenaga medis keberatan untuk dipindahkan.

“Masih ada tenaga medis honorer yang keberatan jika ditempatkan di RS Pratama Wasileo. Ini menjadi catatan bagi kami,” ungkapnya.

Ricky menambahkan, pemerintah daerah saat ini masih melakukan kajian dan pertimbangan terkait kebijakan bagi tenaga honorer. Setelah mekanisme ditetapkan, pembayaran gaji akan segera direalisasikan.

“Jika sudah final, gaji honorer akan segera dibayarkan agar mereka bisa menerima haknya,” katanya.

Di sisi lain, Pemda Haltim memastikan kesiapan anggaran untuk pembayaran gaji sejumlah kategori honorer lainnya, seperti Satpol PP, petugas pemadam kebakaran, sopir, dan tenaga kebersihan.

“Untuk kelompok tersebut tidak ada kendala. Anggaran sudah tersedia. Kami hanya mencari formula yang tepat untuk guru dan tenaga medis, dengan tetap mempertimbangkan aspek keadilan agar tidak menimbulkan kecemburuan,” pungkasnya.

Baca Juga :   Indonesia dan Belanda Sepakat Perangi Kejahatan Transnasional

Penulis: Redaksi

Pos terkait