Diteror Lewat Telepon dan SMS Lisna Akan Tempuh Jalur Hukum

  • Whatsapp


– Pelaku Catut Nama Dansat Brimob

MANOKWARI-Salah satu wartawan asal Toraja, Lisna Boroallo yang sekarang masih menggeluti profesi wartawan disalah satu media  harian  di provinsi papua barat tepatnya di kabupaten Manokwari mendapatkan teror dan ancaman dari salah satu pelaku yang diduga kuat orang-orang suruhan Djuli Mambaya alias DJM.

Lisna mengaku mendapatkan telpon dan sms dari seseorang yang tidak dikenal pada malam hari tepatnya kamis malam (26/4) sekitar pukul 22.26 wit 

Pelaku yang menelpon Lisna  dengan durasi panggilan 01.45 menit  mengaku kalau dia adalah Dansat ( komandan satuan) Brimob papua barat.

Melalui percakapan itu pelaku berbicara  dan mengaku kalau dirinya adalah Dansat papua barat, Lisna yang kaget terbangun dalam kondisi mengantuk langsung bertanya kepada pelaku namun seketika itu telponnya celulernya dimatikan.

Setelah itu  dia lalu  sms  ke Lisna sebanyak  18 kali dan terakhir dia berhenti  sms pada pukul 01.02.37 am (28/4).

Adapun isi  sms mengenai ancaman dan menakut-nakuti.

Seperti dikutip Lisna sebagian  isi smsnya” Brimob akan antar surat panggilan anda sbg saksi dan bisa ditingkatkan  sebagai TSK ( tersangka)  seperti teman demomu yulius Dakka.segera kooperatif”, “2x dipanggil tdk dtg…ya dijemput paksa”, “tunggu kau”, “jgn kabur…besok kami dtg ke rumahmu”, kalau kau tidak datang kau sa cari…awas kau!!!”, “saya saudaranya Bp.Djuli Mambaya di japapura.awas kau”, besok kau menghadap”, Brimob polda papua barat temui Dansat”.

Mendapat  perlakuan itu pagi harinya(27/4)  lisna pergi menemui kasat Brimob polda Papua barat kombes pol. Godelp cornelis Mansnembra dan berhasil ditemui sore harinya  di ruang kerjanya setelah mengikuti rapat di mapolda papua barat.

Kepada Lisna Mansnembra mengaku tidak tahu menahu soal itu dan membantah kalau yang melakukan telpon maupun sms atas namanya bukan dia.

Dia menyayangkan ulah oknum yang tidak bertanggungjawab dan mencatut namanya untuk melakukan tindakan tidak terpuji kepada Lisna.

” saya tidak tahu menahu dan kapasitas sebagai kasat brimob tidak punya kewenangan mencampuri persoalan antara lisna dan Djuli mambaya, tugas saya adalah  mengurus anggota brimob disini” singkat Mansnembra.

Ditanya soal DJM, Mansnembra mengaku mengenal DJM saat dirinya menjabat di papua.

“Memang saya kenal, dimana kalau ada proyek dia minta dikawal brimob tapi itu di jayapaura,,,tapi kalau urusan ini saya tidak punya kewenangan kecuali diperintahkan oleh kapolres atau kapolda mungkin saya bisa lakukan” kata Mansnembra.

Sebelumnya salah satu pengguna  akun facebook atas nama Alfian andilolo meminta nomor hp lewat mesengger namun dijawab lisna” itu sudah yang kamu telpon tetapi alfian kembali menjawab” bukan saya, itu teman saya,  Nantilah ketemu beliau dari polda metro”.

Terkait kejadian ini lisna rencananya akan melaporkan ke polisi.

Pos terkait