MANOKWARI, kabartimur.com – Mahasiswa Program Studi Sains Kelautan, Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), didorong untuk tidak hanya memahami potensi sumber daya kelautan, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi produk bernilai ekonomi melalui strategi digital marketing.
Hal tersebut diterapkan dalam ujian praktik mata kuliah Kewirausahaan Kelautan, di mana mahasiswa mempelajari pemasaran digital menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) serta pengembangannya, AIDAR (Attention, Interest, Desire, Action, Relationship).
Model AIDA digunakan untuk menarik perhatian, membangun minat, menciptakan keinginan, hingga mendorong tindakan pembelian. Sementara AIDAR menambahkan aspek hubungan atau retensi pelanggan guna menjaga keberlanjutan interaksi setelah transaksi.
Dosen pengampu mata kuliah, Yohanes Ada Lebang, mengatakan pembelajaran ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia usaha yang semakin berbasis digital.
“Kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan pemasaran melalui media sosial. Ke depan, keterampilan ini dapat membantu UMKM dan pelaku usaha agar lebih bergairah dalam melakukan pemasaran digital,” ujarnya.
Dalam praktik tersebut, mahasiswa juga memanfaatkan aplikasi desain Canva serta teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membuat konten promosi, seperti poster produk, caption media sosial, hingga strategi komunikasi pemasaran yang lebih menarik dan terarah.
Yohanes menambahkan, digital marketing saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi mahasiswa dan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Salah satu mahasiswi, Ester AI Raunsai, menyebutkan bahwa digitalisasi sangat penting dalam pengembangan produk yang sedang mereka kerjakan, yakni pupuk organik berbasis rumput laut.
“Produk pupuk rumput laut yang kami kembangkan diharapkan dapat bermanfaat, menjadi unggulan universitas, serta menjawab kebutuhan ketahanan pangan lokal,” ujarnya.
Produk tersebut diharapkan menjadi inovasi berbasis sumber daya lokal yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Melalui praktik ini, mahasiswa juga dilatih memahami bahwa produk unggulan tidak cukup hanya dibuat, tetapi harus dikomunikasikan secara efektif kepada publik. Mereka diarahkan untuk membuat konten yang mampu menarik perhatian, menjelaskan manfaat produk, membangun kepercayaan, hingga mendorong keputusan pembelian.
Ke depan, pihak kampus juga berupaya membuka kerja sama dengan pemerintah dalam pembinaan UMKM, khususnya di bidang pemasaran digital.
“Kami berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah dalam pembinaan UMKM agar keberlanjutannya dapat terjaga,” kata Yohanes.
Dengan pendekatan AIDA, AIDAR, serta pemanfaatan Canva dan AI, mahasiswa Sains Kelautan UNCRI diharapkan menjadi generasi yang kreatif, adaptif, dan siap membangun usaha mandiri.
Praktik kewirausahaan ini sekaligus menjadi langkah nyata kampus dalam mengintegrasikan ilmu kelautan, teknologi digital, dan inovasi produk untuk mendukung kebutuhan masyarakat, terutama dalam penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan pupuk organik berbasis rumput laut. (*)






