Bupati Auri Harap Pleno XIX DAP Perkuat Fondasi Peradaban Orang Papua

WASIOR, Kabartimur.com – Bupati Teluk Wondama Elysa Auri mengharapkan Pleno XIX Dewan Adat Papua (DAP), 19-21 Mei 2026 di Kabupaten Teluk Wondama melahirkan komitmen baru dalam memperkuat nilai-nilai dasar kehidupan orang Papua.

Yaitu nilai persaudaraan, gotong royong, penghormatan terhadap adat dan budaya, perlindungan terhadap tanah dan alam Papua serta pembangunan manusia Papua yang cerdas, sehat, produktif dan berkarakter.

“Dari Tanah Wondama tempat lahirnya sejarah pendidikan modern orang Papua, kita dipanggil untuk memperkuat fondasi peradaban orang Papua demi generasi di masa depan, “kata Auri pada acara pembukaan di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei, Selasa (19/5/2026).

Auri menekankan bahwa masih banyak persoalan sosial yang dihadapi masyarakat adat Papua yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan secara serius.

Tidak hanya oleh Pemerintah Daerah tetapi juga peran aktif Lembaga adat dan agama.

Baca Juga :   Pj Bupati Edu Nunaki Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kampung Maniwak

“Oleh sebab itu, sinergi antara lembaga adat, lembaga keagamaan dan pemerintah menjadi sangat penting dalam memastikan pembangunan Papua tetap berpihak pada orang asli Papua. Serta menghormati nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur kita, “ujar mantan Asisten I Setda Provinsi Papua ini.

Ketua DAP Daerah Wondama Adrian Worengga dalam pernyataan pembukaan menegaskan bahwa adat merupakan jati diri orang Papua.

Karena itu dia menekankan setiap pemangku adat harus berani bicara tentang kebenaran dan keadilan bagi masyarakat adat.

DAP Wondama juga mendorong agar Pleno XIX dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi penting terkait hak-hak masyarakat adat Papua yang selanjutnya didorong ke pemerintah baik di daerah maupun pusat untuk ditindaklanjuti.

“Nanti kita sampaikan ke pemerintah supaya dorang perhatikan hak-hak masyarakat adat itu apa. Kalau dia punya tanah, bicara baik-baik dengan mereka, dia punya hutan adat, bicara baik-baik sebelum tebang supaya kitong tidak baku marah, tidak baku bunuh,” ucap Worengga.

Baca Juga :   Hari Pattimura, Mambor Dikukuhkan Sebagai ‘Upu Nunu’ Orang Maluku di Wondama

Pleno XIX Dewan Adat Papua dibuka oleh Asisten II Setda Papua Barat Melkias Werinussa mewakili Gubernur Dominggus Mandacan.

Forum ini dihadiri para pemangku adat dari tujuh wilayah adat se Tanah Papua.

Hasil Pleno XIX selanjutnya akan dibawa ke Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua (KBMAP) pada Oktober mendatang di Kabupaten Manokwari Selatan. (Nday)

 

Pos terkait