BRI Siapkan BRILink Berbasis Satelit di Wondama Untuk Penyaluran BPNT

  • Whatsapp

WASIOR- Bank Rakyat Indonesia akan membangun BRILink berbasis satelit pada 10 distrik di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Hal itu untuk memperlancar penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat.

BRI merupakan mitra Kementerian Sosial dalam penyaluran BPNT. Nantinya pada 10 distrik itu juga ditempatkan mesin Electronic Data Capture (EDC) bagi setiap warung elektronik (E-warung) yang menjadi penyalur BPNT.

Wilayah yang menjadi sasaran pemasangan BRILink adalah distrik yang sejauh ini belum bisa terjangkau jaringan internet. Yakni Distrik Naikere, Kuri Wamesa, Windesi, Nikiwar, Wamesa, Teluk Duairi, Roon, Roswar, Soug Wepu dan Rumberpon.

Demikian disampaikan Asisten Manajer Pemasaran Mikro BRI Cabang Manokwari, Darwin Edi Saputra Sitorus, usai launching perdana penyaluran BPNT untuk Provinsi Papua Barat di Taman Masasoya Topai Wasior, Sabtu (12/10/2019) lalu.

“Kami sedang koordinasi dengan kepala distrik kira-kira lokasi yang paling strategis untuk E-Warung itu dimana. Nanti kami lanjutkan ke kantor pusat untuk ditindaklanjuti,” kata Darwin.

“Jadi untuk 10 distrik belum bisa (penyaluran BPNT) karena masih tunggu pemasangan dulu tapi setelah validasasi tuntas nanti kami akan siap layani,“ lanjut Darwin.

Seperti diketahui, penerima BPNT di Kabupaten Teluk Wondama terdata sebanyak 1.943 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 13 distrik. BPNT sendiri merupakan peralihan dari bansos beras sejahtera (rastra) atau yang dulu dikenal dengan beras untuk orang miskin (raskin).

Setiap KPM akan mendapatkan saldo dalam rekening sebesar Rp110 ribu per bulan yang akan ditukarkan dengan beras pada E-warung yang merupakan agen BRI.

Untuk sementara ini, kata Darwin, layanan penyaluran BPNT baru bisa untuk tiga distrik dalam kota yakni Distrik Wasior, Wondiboi dan Rasiei yang memang sudah terjangkau jaringan internet 4G.

“Untuk yang 10 distrik itu kami mohon bersabar. Untuk pendistribusian kartu masih belum semua karna menunggu validasi dari Kemensos. Kami juga sedang persiapkan e-warung dengan memasang mesin EDC, “ lanjut Darwin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Eka Wosiri menyebut masih banyak warga prasejahtera di Teluk Wondama yang belum terakomodir sebagai penerima BPNT. Oleh karena itu pihaknya akan terus melakukan validasi dan verifikasi data sehingga diharapkan semua warga yang berhak menerima bisa terakomodir.

“Kita harapkan setiap tahun ada perubahan data supaya mereka yang memang berhak mendapat tapi namanya belum masuk bisa tercover, “ ujar mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip ini. (Nday)

Pos terkait