Tana Toraja, Kabartimur.com – Warga Dusun Tille, Lembang Pondingao’, Kecamatan Masanda, Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, diresahkan oleh maraknya aksi pencurian yang diduga telah berulang kali terjadi di wilayah tersebut. Peristiwa terbaru dilaporkan terjadi pada Minggu dini hari, 19 Juli 2026, sekitar pukul 01.00 Wita.
Salah seorang korban, pemilik kios yang akrab disapa Nita atau Nek Sean, mengaku mengalami kerugian setelah kios miliknya dibobol pencuri. Sejumlah barang berharga dilaporkan hilang, di antaranya uang tunai sebesar Rp550 ribu, beberapa bungkus rokok, serta sekitar lima kilogram biji kakao kering.
“Yang hilang uang tunai Rp550 ribu, rokok, dan sekitar lima kilogram biji kakao yang sudah dikeringkan,” ungkap korban.
Korban mengaku bersama warga lainnya enggan melapor langsung ke pihak kepolisian karena merasa khawatir terhadap dugaan pelaku yang disebut berjumlah lebih dari satu orang.
“Kami takut melapor langsung karena diduga pelakunya banyak. Kami berharap melalui media ini aparat segera mengetahui dan menindaklanjuti kejadian yang sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujar korban.
Kepala Lembang Pondingao’, Samuel Petrus, membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait aksi pencurian tersebut. Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, ia mengatakan telah turun langsung ke lokasi bersama Kepala Dusun Tille untuk melihat kondisi di lapangan.
“Kami sudah menerima laporan warga dan langsung turun bersama Kepala Dusun untuk melihat lokasi kejadian,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Tille, Maryanus Layuk. Menurutnya, kasus pencurian di wilayahnya bukan kali pertama terjadi dan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi dan membuat warga merasa tidak aman,” ujarnya.
Pemerintah lembang bersama aparat dusun berharap kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku agar situasi keamanan di kampung kembali kondusif.
“Kami sebagai aparat kampung meminta agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku, sehingga masyarakat tidak lagi hidup dalam rasa takut,” tegasnya.
Sementara itu, Kanit II Polsek Rembon, Aipda Saron Tonapa, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait kasus tersebut.
“Belum ada laporan resmi yang masuk. Namun, jika tidak ada halangan, besok kami akan turun langsung meninjau lokasi kejadian,” ujarnya.
Warga Dusun Tille berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah cepat untuk mengusut kasus tersebut. Mereka khawatir aksi pencurian akan terus berulang apabila pelakunya tidak segera ditangkap, terlebih peristiwa ini telah menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat, termasuk di berbagai grup WhatsApp warga. (Red/MTS)






