Wabup Manokwari: Paskibraka Bukan Sekadar Pengibar Bendera, tetapi Wadah Pembentukan Karakter Bangsa

Manokwari, Kabartimur.com – Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, menegaskan bahwa menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi merupakan proses pembentukan karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis, disiplin, dan bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Mugiyono saat membuka Pelatihan dan Pembinaan Paskibraka Kabupaten Manokwari di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, tugas mengibarkan Sang Merah Putih merupakan amanah negara yang mengandung nilai kebangsaan, persatuan, serta penghormatan terhadap simbol kedaulatan Republik Indonesia. Karena itu, pelatihan Paskibraka harus dimaknai sebagai proses membentuk generasi muda yang siap mengemban tanggung jawab besar kepada bangsa dan negara.

“Calon Paskibraka adalah representasi pemuda-pemudi terbaik Kabupaten Manokwari. Kalian dipersiapkan menjadi teladan dalam kedisiplinan, ketangguhan, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja secara terukur dan terarah,” ujar Mugiyono.

Baca Juga :   Kadispen Pegaf: Noken Harus Masuk Kurikulum Mulok

Ia menambahkan, Paskibraka merupakan wadah pembinaan karakter yang berlandaskan nilai-nilai tanggung jawab, nasionalisme, integritas, serta semangat gotong royong. Melalui proses pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibina secara fisik, tetapi juga ditempa mental, spiritual, dan jiwa kepemimpinannya agar menjadi pribadi yang tangguh dan mampu menjadi contoh di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Kalian harus bangga karena terpilih sebagai calon Paskibraka. Namun, keberhasilan itu juga merupakan amanah yang harus dijaga dengan kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” katanya.

Mugiyono mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, menghormati para pelatih dan pembina, menjaga kesehatan, memelihara kekompakan, serta saling mendukung selama proses latihan berlangsung.

Ia menjelaskan bahwa materi pelatihan tidak hanya berfokus pada tata upacara pengibaran bendera, tetapi juga membangun kebiasaan disiplin, ketepatan waktu, kerapian, kepatuhan terhadap instruksi, kemampuan bekerja sama, serta ketahanan fisik dan mental.

Baca Juga :   Direkam Saat Mandi, Korban Melalui 4 Pengacaranya Minta Pelaku Diproses Hukum

“Keberhasilan Paskibraka tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kekompakan dan kerja sama seluruh anggota. Jadilah bagian yang membawa keberhasilan, bukan menjadi penyebab munculnya masalah dalam tim,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mugiyono mengatakan proses latihan yang akan dijalani para peserta merupakan pengalaman berharga yang tidak dimiliki semua pelajar. Dari ratusan pelajar yang mengikuti seleksi, hanya mereka yang terbaik yang memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan hingga menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Manokwari.

“Jadikan kesempatan ini sebagai kenangan hidup yang membanggakan dan bekal untuk masa depan. Saya berharap melalui pelatihan ini lahir generasi muda Manokwari yang mampu mengibarkan Sang Merah Putih dengan penuh kehormatan serta menjadi pemimpin yang membawa kemajuan bagi Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dan Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), panitia penyelenggara, guru, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pembinaan Paskibraka.

Baca Juga :   Warga Sanggeng Gugat Pertamina ke Pengadilan Kerena Pencemaran Lingkungan

Kepada seluruh calon anggota Paskibraka, Mugiyono berpesan agar menjadikan setiap tantangan selama pelatihan sebagai sarana mengasah mental, kemandirian, dan karakter sebagai generasi penerus bangsa.(Red/*)

Pos terkait