MANOKWARI, kabartimur.com– Komandan Kodim (Dandim) 1801/Manokwari selaku Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026, Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait, mengatakan pelaksanaan TMMD di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, berhasil menyelesaikan berbagai sasaran fisik dan nonfisik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selain membangun empat unit rumah layak huni tipe 42, Satgas TMMD juga menyelesaikan pembangunan jalan cor semen sepanjang 700 meter menuju Pantai Amosro. Panjang jalan tersebut bahkan melebihi target awal yang direncanakan sepanjang 600 meter.
“Kami berupaya agar hasil pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujar Davit usai penutupan TMMD oleh Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru di Pantai Amosro, Kampung Tanah Rubuh, Kamis (21/5/2026).
Menurut Davit, pembangunan jalan menuju pantai dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat setempat yang lebih membutuhkan akses menuju kawasan pesisir untuk mendukung aktivitas melaut dibanding jalur di dalam kampung.
“Awalnya jalan ini direncanakan melingkar di kampung, tetapi setelah berdiskusi dengan masyarakat, mereka lebih membutuhkan akses ke pantai untuk aktivitas melaut. Karena itu kami kerjakan hingga ke bibir pantai meskipun volumenya lebih besar,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan TMMD berlangsung lebih dari satu bulan, termasuk kegiatan pra-TMMD selama 10 hari sebelum pembukaan resmi program.
Dengan selesainya pembangunan jalan cor menuju Pantai Amosro, Dandim berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata pantai di Kabupaten Manokwari.
Selain pembangunan infrastruktur, program TMMD juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di wilayah Manokwari Utara.
“Saat ini progres pembangunan koperasi sudah mencapai sekitar 80 persen dan diharapkan nantinya menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dandim juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan kawasan pantai dengan membangun honai atau pondok sederhana secara mandiri. Pihak TNI, kata dia, akan membantu menyediakan sebagian material bangunan seperti seng dan papan.
“Nanti kami bantu seng dan papan, sementara masyarakat membangun sendiri honai di kawasan pantai. Walaupun TMMD sudah selesai, Babinsa tetap akan membantu pengawasan dan keamanan,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh fasilitas hasil pembangunan TMMD akan terus dipantau dan dirawat oleh Koramil dan Babinsa setempat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Seluruh program ini bertujuan mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah pedesaan,” tegasnya.
Selain sasaran utama, Satgas TMMD ke-128 juga melaksanakan rehabilitasi sekolah dasar, rehabilitasi gedung gereja, pembangunan dan rehabilitasi MCK, penyediaan sarana air bersih, serta pembukaan lahan kakao seluas dua hektare dengan penanaman sekitar 2.000 bibit kakao.
Untuk memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan tersebut, Dandim mengatakan personel Babinsa dan Koramil tetap akan melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap lahan kakao yang telah dibuka.
“Mudah-mudahan tanaman kakao ini bisa terpelihara dengan baik dan nantinya memberikan hasil bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red/*)






