Setelah Mengambil Kesaksian Kadis Perindakop Torut. Kanit Tipidter Polres Torut Mulai Malas Tahu Terhadap Wartawan.

Toraja Utara, Kabartimur.com- Setelah memeriksa saksi yang ke dua dan yang ke-tiga terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh SPBU yang berlokasi di Bolu, Kanit tipidter mulai tidak peduli terhadap wartawan. Padahal sebelumnya dia mengaku untuk menyampaikan hasil pemeriksaannya kepada publik.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa kepala dinas Perindagkop UMKM kabupaten Toraja Utara telah dipanggil sebanyak dua kali namun belum juga memenuhi panggilan namun ternyata, panggilan kedua dari polres sudah dipenuhi oleh yang bersangkutan, hanya saja pada saat dikonfirmasi Senin Sore lalu kanit Tipidter Aipda M. Nawir mengaku bahwa untuk sementara tidak bisa berbicara terkait perkara karena sedang menjalani cek up kesehatan.

Wartawan Kabartimur.com yang berusaha untuk mengkonfirmasi kelanjutan dari proses yang sedang mereka laksanakan diarahkan untuk melakukan konfirmasi kepada kepala satuannya reserse kriminal polres Toraja Utara. Sayangnya saat dikonfirmasi oleh wartawan kasat reskrim polres torut Iptu Aris Saidy kembali mengoper arah konfirmasi kepada unit tipidter yang secara teknis menangani kasus tersebut.

Baca Juga :   Bupati Toraja Utara Dan Orang Keterbelakangan Mental Pada Aksi Pembentukan Karakter Generasi Penerus Se-Klasis Nonongan Salu

Informasi mengenai kepala dinas Perindagkop UMKM Amos Arma Patolla telah memenuhi panggilan kedua dari polres terungkap saat ditemui langsung oleh Wartawan pada kegiatan Upacara pengibaran bendera peringatan hari ulang tahun republik Indonesia yang ke-78 Tahun di lapangan Bhakti Rantepao 17 (8) kemarin.

Amos menyampaikan bahwa pada panggilan pertama dari polres tidak bisa dipenuhi karena pada saat yang bersamaan dirinya sedang melaksanakan tugas dinas ke luar daerah, ” hari Senin lalu saya bersama staf sudah memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan kesaksian” Katanya.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, Kanit tipidter Polres Torut juga belum bisa dimintai keterangan terkait hasil pemeriksaan dan proses lanjut dari kasus tersebut. Pesan singkat yang dikirim redaksi melalui akun WhatsApp-nya belum juga dibalas. Redaksi juga mencoba menghubungi nomor kontak melalui sambungan telepon namun tidak diangkat juga. * Sutanto*

Baca Juga :   Oknum Wartawan Kasus Pemerasan di Toraja Terancam Empat Tahun Penjara

Pos terkait