Satu Lagi Tenaga Kesehatan Wondama Positif Covid-19, Kini Jadi 6 Orang

  • Whatsapp

WASIOR – Tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Teluk Wondama yang terpapar virus corona atau Covid-19 kembali bertambah.

Per 1 Oktober 2020 ditemukan satu kasus positif baru yang dialami nakes yakni seorang perawat berusia 36 tahun.
Dengan demikian jumlah nakes di Wondama yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 6 orang. Sebelumnya sebanyak 5 petugas medis di ruang bayi RSUD Teluk Wondama telah lebih dahulu dinyatakan positif virus corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Teluk Wondama dr.Yoce Kurniawan mengatakan, sejauh ini belum bisa dipastikan apakah nakes bersangkutan juga terpapar dari kluster ruang bayi atau tidak. Pasalnya perawat itu tidak bertugas di RSUD Teluk Wondama.

“Masih ada dua kemungkinan apakah tertular dari kluster ruang bayi RSUD atau dari lain. Karena kebeteluan suaminya baru pulang dari Manokwari jadi kita belum bisa pastikan darimana sumber penularannya, “ujar dr.Yoce dalam jumpa pers di Manggurai, Kamis malam.

Adapun penemuan kasus nakes itu bermula dari adanya gejala yang dirasakan nakes bersangkutan sehingga dilakukan tracing rapid test. Hasilnya yang bersangkutan reaktif sehingga dilanjutkan pemeriksaan swab dan ternyata hasilnya positif.

Dengan tambahan satu orang nakes tersebut, maka jumlah kasus positif virus corona di Wondama sampai dengan 1 Oktober 2020 menjadi 45 kasus di mana 10 kasus ditemukan secara berturut-turut dalam 4 hari terakhir.
Dari jumlah itu 34 telah sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

“Keadaan yang dirawat di RS ada 10 orang dengan keadaan umumnya bergejala ringan. Khusus untuk bayi itu sekarang itu kondisinya ringan sedang. Memang masih stabil tetapi dalam kondisi tidak terlalu bagus, “ucap Direktur RSUD Teluk Wondama itu.

Seperti telah diberitakan, akibat muncul kluster ruang bayi, sejak 28 September lalu ruang bayi di RSUD Teluk Wondama ditutup sementara. Pelayanan bayi dipindahkan ke ruang high care unit (HCU).

Kemudian pada 29 September ruang bersalin yang letaknya bersebelahan dengan ruang bayi juga ditutup sementara. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran 50 petugas medis di ruang bayi dan ruang bersalin harus menjalani isolasi mandiri karena menjadi kontak erat dari kasus positif kluster ruang bayi.

“Kita sudah sepakat untuk persalinan normal dilakukan di Puskemas Wasior dan Puskemas Wondiboi, “ucap Yoce. (Nday)

Pos terkait