PDP Pertama di Wondama dari Klaster Ijtima Gowa,Satu Minggu Tunggu Hasil Swab

  • Whatsapp

WASIOR – Seorang pria usia 63 tahun menjadi kasus PDP (pasien dalam pengawasan) virus corona pertama di Kabupaten Teluk Wondama menyusul hasil rapid test kedua yang menunjukkan dirinya reaktif Covid-19.

Pria yang diketahui beralamat di Iriati, Wasior tergabung dalam klaster Ijtima Gowa. Dia bersama 12 rekannya sesama peserta Ijtima Ulama di Gowa Sulawesi Selatan menjalani rapid test tahap kedua di RSUD Teluk Wondama, Jumat malam.

Sebelumnya pada rapid test pertama seluruh warga yang termasuk dalam klaster Ijtima Gowa dinyatakan negatif.
Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dr. Yoce Kurniawan mengumumkan kasus PDP pertama dalam konferensi pers di kediamannya di Manggurai, Sabtu malam.

“Data terbaru sampai malam ini positif masih nol, PDP yang selama ini nol data terakhir menunjukkan hari ini ada satu orang yang berstatus PDP, “ ujar Bupati.
Bupati berharap adanya kasus PDP tidak membuat masyarakat menjadi resah dan panik secara berlebihan sehingga melakukan hal-hal di luar kendali. Namun demikian warga diingatkan agar semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan serta mematuhi semua anjuran pemerintah untuk pencegahan Covid-19.

“Jaga jarak, tidak berjabat tangan, tidak selalu dalam kerumunan, istirahat yang cukup, cuci tangan dan semua hal yang dianjurkan pemerintah agar kita pergatikan dengan baik. Saya berharap agar seluruh masyarakat Teluk Wondama dapat memperhatikan karena inilah cara-cara yang harus dilakukan sebagai pencegahan daripada penyebaran virus ini, “ pesan orang nomor satu Wondama.

Dr. Yoce Kurniawan menjelaskan, kasus PDP pertama termasuk termasuk dalam kategori orang tanpa gejala lantaran tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.

“Tergolong PDP ringan jadi sesuai protokol seharusnya bisa isolasi mandiri di rumah tapi kami ambil langkah antisipatif pasien tersebut langsung kami rawat di ruang isolasi, “ kata Yoce.

Terhadap yang bersangkutan juga telah dilakukan pengambilan hapusan tenggorokan untuk dilakukan uji swab guna memastikan ada tidaknya virus corona dalam tubuh. Sampel swab sendiri telah dikirim ke Manokwari pada Sabtu pagi dan telah diterima oleh Gugus Tugas Provinsi Papua Barat.

Dijadwalkan akan dikirim ke Makasar untuk dilakukan pengujian di laboratorium pada Selasa mendatang. “Paling lambat Sabtu minggu depan hasilnya sudah ada,” kata Direktur RSUD Teluk Wondama ini.

Sementara terhadap warga klaster Ijtima Gowa lainnya, meskipun hasil dua kali rapid test adalah negatif, sebagai langkah antisipasi mereka disarankan untuk kembali melakukan karantina.
“Mereka sebenarnya sudah punya surat bebas karantina tetapi demi keamanan mereka sendiri dan keluarga kami sarankan untuk tinggal di Wisma Isolasi (di Iriati). Sejak Sabtu pagi mereka sudah masuk, “ ujar Yoce.

Dia berharap masyarakat Wondama memberikan dukungan positif dengan mendoakan kesembuhan bagi PDP pertama yang saat ini sedang dirawat serta tidak memunculkan stigma negatif dirinya maupun keluarga serta orang-orang terdekatnya.

“PDP itu bukan kasus konfirmasi positif Covid. Dia positif Covid atau tidak itu setelah nanti hasil swab-nya keluar. Jadi harapannya masyarakat tidak memberikan stigma negatif, “ kata Ketua IDI Kabupaten Teluk Wondama. (Nday)

Pos terkait