Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan edukasi literasi keuangan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Kamis (16/7), yang diikuti lebih dari 300 prajurit.
Menurut Pangdam, kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan profesional di lapangan, tetapi juga oleh kondisi ekonomi keluarga yang sehat dan stabil.
“Banyak persoalan muncul akibat pengelolaan keuangan yang kurang tepat dan pola hidup konsumtif. Saya mengajak seluruh prajurit Kodam XVIII/Kasuari untuk mengelola penghasilan secara bijak, membiasakan menabung, serta tidak mudah tergiur tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya,” tegas Christian.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman menegaskan bahwa prajurit TNI memiliki peran strategis, tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi teladan dalam pengelolaan keuangan keluarga.
Menurutnya, kemampuan mengatur keuangan secara sehat akan membantu prajurit memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara aman, sekaligus terhindar dari praktik pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga penipuan digital.
Melalui sinergi dengan Kodam XVIII/Kasuari, OJK berharap para prajurit dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga, satuan, maupun masyarakat. Dengan demikian, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat semakin meningkat dan mampu mendukung terwujudnya masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya yang cerdas finansial serta tangguh menghadapi tantangan ekonomi digital. (Red/*)






