Massa Kepung Manokwari, Tuntut Keadilan untuk Yanto Idorway dan Desak Polda Buka Hasil Otopsi

MANOKWARI, KABARTIMUR.COM- Kasus Alm Yanto Idorway yang Tak kunjung  menemukan titik terang, akhirnya warga  turun ke jalan dalam aksi bertajuk “Damai untuk Keadilan Yanto Idorway” di Manokwari, Rabu (2/9/2026). Aksi yang berlangsung sejak pagi itu melumpuhkan sejumlah ruas jalan utama dan memicu kemacetan panjang akibat pemblokiran jalan serta pembakaran ban di beberapa titik strategis.

Pantauan di lapangan, massa memusatkan aksi di kawasan Lampu Merah Sanggeng dan Lampu Merah Makalow. Asap hitam dari ban yang dibakar membumbung tinggi, sementara arus kendaraan tersendat karena akses jalan tertutup massa.

Di tengah aksi, para demonstran membawa karangan bunga dan poster bergambar almarhum Yanto Idorway sebagai simbol duka sekaligus tuntutan agar kasus kematiannya diusut secara transparan dan tuntas.

Gelombang protes ini muncul karena keluarga dan masyarakat menilai penanganan kasus kematian Yanto Idorway belum menunjukkan kejelasan, meski Polda Papua Barat telah menggelar perkara beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga :   Wapres RI Minta Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” Jadi Tatanan Kehidupan Bermasyarakat

Dalam orasinya, perwakilan Solidaritas Rakyat Papua Barat, Arnold Randongkir, mendesak Polda Papua Barat segera menyerahkan hasil otopsi almarhum kepada keluarga dan tim kuasa hukum.

“Kami sudah dua kali bertemu dengan Polda Papua Barat, tetapi sampai hari ini hasilnya nihil. Hasil otopsi yang dijanjikan belum juga kami terima,” kata Arnold di hadapan massa aksi.

Menurutnya, keluarga telah menunggu lebih dari satu bulan sejak proses otopsi dilakukan. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan tersebut belum diserahkan secara resmi kepada keluarga maupun kuasa hukum.

“Kami mempertanyakan mengapa hasil otopsi yang awalnya dijanjikan keluar dalam waktu satu minggu, kini sudah satu bulan dua hari berlalu tetapi keluarga korban dan pengacara belum menerima hasilnya secara mandiri,” tegasnya.

Arnold menilai lambannya penyampaian hasil otopsi telah memunculkan keresahan di tengah masyarakat dan membuka ruang bagi berbagai spekulasi mengenai penyebab kematian Yanto Idorway.

Baca Juga :   Sejumlah Ruas Jalan di Manokwari di Palang, Akses Transportasi Mulai Lumpuh

Karena itu, keluarga bersama Solidaritas Rakyat Papua Barat meminta Polda Papua Barat memberikan penjelasan terbuka terkait perkembangan hasil otopsi, termasuk alasan keterlambatan penyampaiannya kepada pihak keluarga.

Menurutnya, keterbukaan hasil otopsi merupakan hak keluarga untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab meninggalnya Yanto Idorway sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel.

“Kami ingin Polda menjelaskan hasil otopsi ini sudah sampai pada tahapan mana. Keluarga berhak mendapatkan kepastian dan penjelasan terkait hasil pemeriksaan almarhum,” ujarnya.

Massa menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga hasil otopsi dibuka dan seluruh proses penyelidikan kematian Yanto Idorway disampaikan secara terang kepada publik. Aksi itu sekaligus menjadi pesan bahwa tuntutan keadilan bagi almarhum belum akan berhenti sebelum keluarga mendapatkan jawaban yang mereka nantikan. (Red/*)

Pos terkait