Kapolres Pegaf Ungkap Kronologi Penemuan Jenazah Yanto Idorway, Terjepit di Celah Batu

Manokwari, Kabartimur.com – Penantian panjang keluarga dan tim pencarian akhirnya terjawab. Setelah sembilan hari dinyatakan hilang di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, jenazah Yanto Idorway akhirnya ditemukan dalam kondisi terjepit di celah bebatuan tidak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan tergelincir.

Kapolres Pegunungan Arfak, AKBP Dr. Bernadus Okoka, mengungkapkan, penemuan jenazah berawal dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim Reserse Kriminal pada hari Minggu kemarin.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil olah TKP, anggota Reskrim melaporkan adanya bau menyengat yang berasal dari arah celah batu atau semacam goa kecil di sekitar lokasi. Berdasarkan temuan itu, kami langsung berkoordinasi dengan masyarakat untuk melakukan pembendungan aliran air agar proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal,” jelas Kapolres.

Baca Juga :   Hari Keenam Pencarian Yanto Idorway di Air Terjun Memti Belum Berbuah Hasil, Tim SAR Hadapi Medan Ekstrem

Dalam proses tersebut, salah seorang warga menggunakan sumpit bambu untuk menyisir bagian dalam celah batu. Saat ditarik kembali, ujung sumpit mengait potongan pakaian yang disertai bau menyengat. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa jasad korban berada di balik himpitan bebatuan.

“Kami memastikan korban berada di celah batu, sekitar 10 hingga 15 meter dari titik awal korban dilaporkan tergelincir, tepatnya di teras ketiga air terjun,” ujarnya.

Pada hari senin pagi, aparat kepolisian bersama warga kembali naik ke lokasi dan melanjutkan upaya pembendungan aliran sungai. Setelah debit air berhasil dikendalikan, posisi korban akhirnya terlihat dalam keadaan terhimpit di sela-sela batu.

Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi menggunakan tali dengan peralatan yang terbatas. Berkat kerja sama seluruh personel dan masyarakat, proses evakuasi berlangsung lancar.

“Puji Tuhan, proses evakuasi tidak terlalu sulit. Korban berhasil kami angkat menggunakan tali meski dengan keterbatasan peralatan yang ada,” kata Bernadus.

Baca Juga :   Tingkatkan PAD Manokwari, Bapenda Gelar Implementasi Proyek Perubahan PKN II Strategi Katak

Kapolres menjelaskan, meski telah berada di dalam air selama hampir sepuluh hari, kondisi jasad korban masih dalam keadaan utuh. Namun demikian, terdapat sejumlah luka yang belum dapat dipastikan penyebabnya.

“Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, kami meminta dokter forensik melakukan autopsi. Hasil pemeriksaan itulah yang nantinya akan menjawab apakah luka tersebut akibat benturan saat terjatuh atau ada penyebab lainnya,” tegasnya.

Sesuai permintaan pihak keluarga, autopsi terhadap jenazah Yanto Idorway dilaksanakan dilaksanakan di RSUD Manokwari pada hari yang sama.

Di akhir keterangannya, Kapolres Pegunungan Arfak menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, personel TNI-Polri, relawan, dan semua pihak yang telah membantu proses pencarian hingga evakuasi korban.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu dan terus mendoakan proses pencarian ini. Semoga semua kerja keras yang dilakukan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutupnya. (Red/*)

Baca Juga :   Idul Adha 1444H, Panitia PHBI Manokwari Terima 644 Ekor Sapi Kurban

Pos terkait