Polisi Pastikan Kronologi Hilangnya Yanto Idorway Konsisten, Bantah Spekulasi Lokasi Kejadian Berbeda

Manokwari, Kabartimur.com– Misteri hilangnya presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, masih menyisakan duka dan tanda tanya. Namun, di tengah berbagai spekulasi yang beredar di media sosial, Polres Pegunungan Arfak memastikan penyelidikan terus berjalan secara profesional dengan mengedepankan fakta-fakta di lapangan.

Kapolres Pegunungan Arfak, AKBP Bernadus Okoka, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap dua saksi, dokumentasi perjalanan, hingga bukti digital dari telepon seluler menunjukkan kronologi yang saling bersesuaian. Seluruh hasil penyelidikan mengarah pada satu kesimpulan, yakni peristiwa terjadi di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Bacaan Lainnya

“Keterangan kedua saksi yang kami periksa sudah dua kali tetap konsisten. Mulai dari perjalanan, waktu pengambilan foto, hingga lokasi yang mereka lalui semuanya saling menguatkan,” ujar Kapolres.

Menurutnya, kedua saksi merupakan wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Pegunungan Arfak dan seluruh perjalanan dipandu langsung oleh Yanto Idorway.

Baca Juga :   Lima Hari Yanto Idorway Belum Ditemukan, Harapan Keluarga Masih Menyusuri Derasnya Arus Air Terjun Memti

Rombongan diketahui berangkat dari Manokwari, bermalam di Oransbari, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pegaf, Kobrey, hingga tiba di Air Terjun Memti. Sekitar pukul 13.00 WIT, Yanto diduga terpeleset saat membantu kedua rekannya menyeberangi sungai sebelum akhirnya terseret arus.

Usai kejadian, kedua saksi sempat berupaya mencari korban selama sekitar dua hingga tiga jam sebelum kembali ke kampung untuk meminta pertolongan.

Polisi Bantah Isu Lokasi Kejadian Berbeda

Kapolres juga meluruskan berbagai informasi yang berkembang di media sosial terkait dugaan lokasi kejadian yang disebut berada di tempat lain.

Menurutnya, penyidik memperoleh keterangan dari seorang saksi independen yang semakin menguatkan kronologi tersebut. Saksi itu merupakan seorang perwira Polres Pegunungan Arfak yang secara kebetulan bertemu dengan Yanto bersama dua rekannya di persimpangan menuju Air Terjun Memti beberapa saat sebelum peristiwa terjadi.

“Perwira kami mengenali korban karena beliau presenter TVRI. Mereka melihat langsung ketiga orang tersebut masuk menuju kawasan Air Terjun Memti. Keterangan ini sudah kami konfirmasi dan sesuai dengan pengakuan kedua saksi,” jelasnya.

Dengan adanya saksi tambahan tersebut, polisi meyakini lokasi kejadian berada di jalur menuju Air Terjun Memti, sekitar lima kilometer dari persimpangan utama.

Baca Juga :   Provinsi Papua Barat Vaksinasi Massal Covid -19 Bagi Pelayan Publik dan Warga Lansia

Bukti Digital dan K9 Perkuat Penyelidikan

Untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa, kepolisian tidak hanya mengandalkan keterangan saksi.

Tim penyidik turut memeriksa dokumentasi perjalanan yang tersimpan di telepon seluler kedua saksi. Hasilnya, waktu pengambilan foto dan urutan perjalanan sesuai dengan keterangan yang telah disampaikan saat pemeriksaan.

Selain itu, kepolisian juga mengerahkan unit K9 guna membantu penyisiran di kawasan hutan dan sepanjang aliran sungai.

“Kesesuaian waktu foto-foto dan perjalanan mempersempit ruang penyelidikan. Sampai saat ini belum ditemukan fakta yang mengarah pada dugaan lain,” tegas Kapolres.

Kapolres juga meluruskan informasi mengenai telepon genggam milik korban yang sempat menjadi perhatian publik.

Ia menjelaskan, telepon seluler Yanto bukan ditemukan setelah kejadian, melainkan memang sengaja ditinggalkan bersama barang-barang rombongan di seberang sungai sebelum korban membantu kedua rekannya menyeberang.

“HP korban berada bersama barang-barang yang ditinggalkan di seberang sungai, sehingga bukan ditemukan belakangan setelah peristiwa,” ujarnya.

Status Masih Orang Hilang

Memasuki hari keenam operasi pencarian, Yanto Idorway masih berstatus orang hilang.

Kapolres menegaskan bahwa operasi pencarian berada di bawah koordinasi Basarnas, sementara Polres Pegunungan Arfak fokus melakukan penyelidikan atas laporan orang hilang.

Baca Juga :   PLN Dan Telkomsel di Maba Selatan Meresahkan Warga

Penyelidikan, kata dia, akan terus dikembangkan apabila ditemukan informasi maupun bukti baru yang dapat membantu mengungkap keberadaan korban.

“Kalau ada petunjuk baru tentu akan kami dalami. Sampai saat ini keterangan dua saksi tetap konsisten bahwa korban terpeleset kemudian hanyut terbawa arus sungai,” katanya.

Warga Diminta Tidak Terpengaruh Spekulasi

Di akhir keterangannya, Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai berbagai asumsi maupun informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Ia menegaskan kondisi Sungai Air Terjun Memti jauh lebih ekstrem dibandingkan yang terlihat dalam foto maupun video yang beredar.

“Debit air di lokasi sangat deras dengan kemiringan hampir 45 derajat. Batu-batunya berukuran sangat besar, bahkan lebih besar dari mobil, dan membentuk celah-celah seperti gua. Tim SAR yang menggunakan perlengkapan keselamatan saja mengalami kesulitan menghadapi derasnya arus,” ungkapnya.

Kapolres berharap masyarakat terus memberikan doa dan dukungan kepada seluruh personel SAR yang masih berjibaku melakukan pencarian, sekaligus mempercayakan proses penyelidikan kepada aparat yang bekerja di lapangan.

“Kami bekerja secara profesional. Mohon masyarakat tidak membangun asumsi yang belum tentu benar dan percayakan proses pencarian maupun penyelidikan kepada tim yang sedang bertugas,” pungkasnya.(Red/*)

Pos terkait