BI Papua Barat Dorong Penguatan Data dan Pangan Lokal untuk Kendalikan Inflasi

MANOKWARI, KABARTIMUR.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat kembali mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Deputi Perwakilan BI Provinsi Papua Barat, Arief Rahadian, dalam seremoni pembukaan rangkaian kegiatan Puncak Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026 di Atrium Manokwari City Mall, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marthen Kocu.

Arief mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah, BPS, OJK, perbankan, dunia usaha, akademisi, insan pendidikan, media, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, berdasarkan data BPS hingga Agustus 2026, inflasi tahunan Papua Barat tercatat 5,27 persen, berada di atas rata-rata nasional sebesar 3,19 persen.

Baca Juga :   Idul Adha 1447 H/2026 Pemkab Manokwari Salurkan 92 Ekor Hewan Kurban

Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok transportasi serta makanan dan minuman. Namun, pada Agustus 2026 Papua Barat mencatat deflasi secara bulanan sebesar 1,19 persen.

“Meski tekanan harga mulai mengalami koreksi, tingginya inflasi tahunan pada sektor transportasi dan komoditas strategis tetap membutuhkan kewaspadaan dan penguatan sinergi pengendalian inflasi,” ujar Arief.

Ia menjelaskan, BI bersama pemerintah daerah terus mengoptimalkan pengendalian inflasi melalui empat strategi utama, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Perkuat Data dan Pangan Lokal

Tahun ini, BI mengintegrasikan Pesta Sinoli dan Torang Locavore dalam satu rangkaian kegiatan. Kolaborasi tersebut mengusung tema pemanfaatan data dalam mengoptimalkan potensi daerah dan pangan lokal untuk mendorong pembangunan ekonomi serta pengendalian inflasi Papua Barat.

Pesta Sinoli yang merupakan bagian dari sinergi dengan BPS menjadi wadah edukasi dan penguatan pemanfaatan data ekonomi daerah. BI menilai data yang akurat, lengkap, dan mutakhir penting sebagai dasar perumusan kebijakan, termasuk intervensi stabilisasi harga dan perencanaan investasi.

Baca Juga :   Tekan Angka Pengangguran dan anak Putus Sekolah di Manokwari, Bupati Audiensi Bersama Kementerian Dalam Negeri

Sementara itu, Torang Locavore 2026 diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan Papua Barat di tengah tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Program tersebut mendorong pengembangan komoditas pangan lokal dan hortikultura, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta diversifikasi konsumsi pangan masyarakat.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (26/9/2026), dengan berbagai agenda seperti talk show pemanfaatan data, edukasi pengendalian inflasi, apresiasi responden survei, pameran produk UMKM, edukasi pembayaran digital, perlindungan konsumen, hingga berbagai lomba bagi pelajar.

BI juga menghadirkan kegiatan kreativitas generasi muda melalui lomba cermat inflasi, identitas pangan lokal, konten pangan lokal dan belanja bijak, serta kegiatan kebersamaan seperti turnamen catur.

Arief berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya pemanfaatan data, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan lokal, sekaligus memperkokoh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Papua Barat yang tangguh dan mandiri. (Red/*)

Baca Juga :   Kejurda Grasstrack Series 1 Tahun 2023 di Sirkuit Grasstrack Kampung Inoduas Pami, Ketua KONI PB: Junjung Tinggi Sportivitas

Pos terkait