Dukung dan Kawal Penerimaan Bintara Noken 2021, Pemerintah dan DPRD Ingin Peserta dari Tambrauw Lulus Semuanya

  • Whatsapp

MANOKWARI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Tambrauw berharap, dalam penerimaan calon siswa Bintara Polisi Noken 2021, putra-putri terbaik dari Tambrauw yang telah mendaftar bisa lulus semuanya menjadi polisi dan polwan.

Wakil Bupati Kabupaten Tambrauw, Mesak M. Yekwam mengatakan, Pemkab Tambrauw telah menyediakan anggaran senilai Rp.10 miliar dari APBD Tambaruw untuk menyukseskan penerimaan Casis Bintara Noken 2021.

Oleh karenanya itu, Mesak menekankan, Pemerintah, DPRD dan bersama masyarakat sepakat untuk mengawal proses penerimaan Bintara Noken ini sampai akhir, begitu juga mengawal nama-nama peserta yang mendaftar dari Tambrauw dengan tujuan kuota untuk Kabupaten Tambrauw benar-benar tepat sasaran bagi anak-anak dari Tambrauw.

“Pemerintah Tambrauw menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk proses penerimaan Bintara Noken, oleh karenanya itu, kita berharap dari kuota yang diminta dari penerimaan ini lolos semuanya. Kita akan kawal sampai akhir,” kata Mesak kepada para wartawan di Jl. Merdeka Manokwari, Sabtu (24/4).

Disebutkan Mesak, Tambrauw diberikan kuota sebanyak 115 dalam penerimaan Casis Bintara Noken 2021, dengan rincian 105 Bintara dan 10 Polisi Wanita (Polwan).

Lebih lanjut Dijelaskannya, untuk pendaftaran Casis Bintara Noken Tambrauw, dilakukan di dua Mapolres yaitu, Mapolres Sorong dan Mapolres Manokwari, mengingat belum ada Mapolres di Tambrauw.

Lanjut Mesak, berdasarkan data dari Forum Pencari Kerja Kabupaten Tambrauw, jumlah peserta Casis Bintara Noken 2021 dari Tambrauw baik yang mendaftar di Mapolres Sorong dan Mapolres Manokwari sebanyak 102 peserta dan sudah mengikuti tahapan verifikasi berkas di MRPB, dengan rincian 96 perserta Kategori A, 4 peserta Kategori B, dan 2 perserta kategori C.

“Jumlah yang sudah mendaftarkan 102, sementara kuota yang diberikan 115, jadi kita berharap bisa lolos semuanya, jika memang kesehatan mereka tidak terganggu,” ungkap Mesak.

Orang nomor dua dijajaran Pemkab Tambrauw ini menambahkan, Pemkab Tambrauw sangat mendukung penerimaan Casis Bintara Noken 2021 ini dan sangat ingin anak-anak Tambrauw sukses dalam hal ini.

Pemerintah kata Mesak, tidak hanya menyediakan anggaran Rp. 10 miliar untuk proses penerimaan Casis Bintara Noken, tetapi juga membantu para peserta yang sementara ini sedang mengurus kelengkapan administrasi di Manokwari.

“Pemerintah sudah berkoordinasi dengan Forum Pencaker Tambrauw yaitu Pak Paul, untuk akomodir nomor rekening para peserta, Pemerintah akan bantu uang transport supaya urusan di Manokwari lancar. Untuk besaran, kita harus koordinasi dulu sama BPKAD,” pungkas Mesak.

Keinginan yang sama disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Tambrauw, Tamsil Karim Sangadji. Dirinya menginginkan agar penerimaan Bintara dari anggaran Otsus benar-benar menyentuh putra-putri Papua.

Dia menegaskan, Otsus harus benar tepat sasaran sehingga orang Papua merasa negara hadir juga untuk OAP melalui Otsus ini.

“Jangan sampai Otsus ini menimbulkan kecemburuan bagi putra-putri Papua. Jangan sampai penerimaan calon anggota TNI yang gunakan Otsus seperti waktu lalu terulang. Oleh karenanya itu, kami berharap kerjasama yang baik antara gubernur, Kapolda, dan bupati, agar proses penerimaan ini benar-benar tepat sasaran. Kami juga berterima kasih karena Kapolri melalui Polda dan gubernur membuka peluang ini,” ujarnya.
Sebagai representasi masyarakat Tambrauw, dirinya menegaskan Rp. 10 miliar yang digelontorkan pemerintah untuk proses penerimaan Casis Bintara Otsus 2021, harus benar-benar untuk anak-anak Papua di Tambrauw yang sudah mendaftar.

“Kami harap dan kami mau 102 yang sudah mendaftarkan diprioritaskan dulu semuanya lulus. Kami pun juga kawal nama-nama peserta yang dari Tambrauw tidak ada dari kabupaten lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pencaker Tambrauw, Paul Baru menerangkan, berdasarkan hasil koordinasi bersama Mapolres Sorong dan Manokwari, jumlah peserta Bintara Noken 2021 dari Kabupaten Tambrauw berjumlah 102 orang.
“Kita sudah sinkronkan data bersama MRPB, bahwa peserta pendaftaran dari Tambrauw sama, artinya semua anak-anak dari Tambrauw, 96 Kategori A, 4 peserta Kategori B, dan 2 peserta Kategori C,” jelas Paul.

Paul Baru berharap, ada beberapa ada perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Tambrauw kepada para peserta yang pertama, mengenai bantuan transportasi untuk para peserta selama mengurus kelengkapan administrasi di Manokwari.

“Para peserta dari Tambrauw sejauh ini jalan dengan swadaya, tentu membutuhkan biaya, misalnya ke Polda pulang pergi bisa sampai Rp 60 ribu, ini kan kasihan. Kiranya pemerintah bisa bantu,” jelas Paul Baru di tempat yang sama.

Lanjut Paul Baru, yang kedua yang diharapkan Forum Pencaker Tambrauw adalah, Pemkab Tambrauw segera mengeluarkan surat rekomendasi dengan lampiran nama-nama peserta dari Tambrauw ditujukan kepada Kapolda Papua Barat.

“Sehingga ada pengawasan begitu, sebab dari kabupaten dan kota di Papua Barat, yang paling gampang ambil kuota yaitu di Tambrauw, sehingga pemerintah harus kawal. Dari 102 ini, harapannya 80 persen harus lolos karena kita tidak tahu kesehatan mereka seperti apa. Kalau mereka lolos, bisa dikembalikan ke Tambrauw untuk membantu keamanan,” pungkas Paul Baru.

Pos terkait