Di Balik Dinding Sekolah yang Diperbaiki, TNI Menyalakan Harapan di Kampung Asai

Manokwari, kabartimur.com-Pagi di Kampung Asai, Distrik Manokwari Utara, terasa berbeda. Di tengah suasana peringatan Hari Pendidikan Nasional, suara palu dan aktivitas gotong royong terdengar dari SD Inpres 62. Bukan sekadar perbaikan bangunan, tapi juga upaya membangun kembali harapan bagi masa depan anak-anak di pelosok Papua Barat.

Di sekolah sederhana itu, Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1801/Manokwari hadir membawa perubahan nyata. Dinding yang sebelumnya kusam mulai diperbaiki, fasilitas yang rusak perlahan dibenahi. Semua dilakukan demi satu tujuan: menghadirkan ruang belajar yang lebih layak bagi para siswa.

Bagi Satgas TMMD, Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini dimaknai sebagai panggilan untuk turun langsung membantu dunia pendidikan, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan.

Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Letkol Inf. Davit Sutrisno Sirait, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Karena itu, perhatian terhadap fasilitas pendidikan tidak boleh diabaikan.

Baca Juga :   Pastikan ASN Pemkab Manokwari Terdata dalam Kepesertaan JKN-KIS, BPJS Kesehatan Gelar Rekonsiliasi Data

“Ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan, tetapi tentang menciptakan kenyamanan dan semangat baru bagi anak-anak untuk belajar,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Di sisi lain, rasa haru dan syukur terpancar dari wajah Kepala Sekolah SD Inpres 62, Melkianus Wabia. Baginya, bantuan ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan bentuk kepedulian yang selama ini sangat dinantikan.

“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran TNI memberi harapan baru bagi kami dan anak-anak di sini,” tuturnya.

Program TMMD sendiri menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan, termasuk di sektor pendidikan. Di tempat-tempat seperti Kampung Asai, kolaborasi ini menjadi kunci untuk membuka akses dan kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda.

Kini, di balik dinding sekolah yang mulai kokoh, tersimpan semangat baru. Anak-anak kembali belajar dengan lebih nyaman, guru mengajar dengan lebih tenang, dan masyarakat menyaksikan bahwa perhatian terhadap pendidikan benar-benar hadir, bahkan hingga ke pelosok.

Baca Juga :   Bupati Harap KKBR Mampu Bersinergi dengan Pemda Sukseskan Program Pembangunan

Hari Pendidikan Nasional tahun ini pun terasa lebih bermakna. Bukan hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai pengingat bahwa masa depan bangsa dibangun dari ruang-ruang belajar sederhana yang dirawat bersama, dengan kepedulian dan aksi nyata. (Red/*)

Pos terkait