BNN Sosialisasi Bahaya Narkoba & Tes Urine Prajurit di Bekangdam XVIII/Kasuari

  • Whatsapp

MANOKWARI- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba di Pembekalan dan Angkutan Kodam (Bekangdam) XVIII/Kasuari, Senin 21/10/2019). Selain itu, juga dilakukan tes urine terhadap prajurit di kesatuan tersebut.

Adapun pemateri dalam sosialisasi tersebut antara lain Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi Papua Barat drg Indah Perwitasari, Kasie Pencegahan Nurjana, dan Kasie Dayamas Stanly N Taghupia.

Indah Perwitasari mengatakan prajurit TNI sebagai benteng negara harus bisa membentengi diri dari narkoba dan tidak mudah dengan terpengaruh dengan barang haram tersebut. Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) salah satu bekal untuk tidak terlibat dalam jaringan narkoba.

“Tujuan sosialisasi ini agar setiap prajurit TNI di Bekangdam XVIII/Kasuari dapat menjaga diri, keluarganya serta lingkungan dari penyalahgunaan narkoba,” kata Indah Perwitasari.

“Dengan memberi wawasan, membangun kesadaran, memperkuat komitmen dan menyebarluaskan informasi tentang bahaya penyalahgunaan peredaran gelap narkoba, pasti semua itu dapat ditangani secara dini,” tambahnya.

Sementara, Kasie Pencegahan BNN Papua Barat Nurjana juga menambahkan hingga saat ini peredaran narkoba sangat memprihatinkan. Pasalnya, telah merambat masuk hampir ke semua lapisan masyarakat tanpa mengenal batas usia.

Oleh sebab itu, peran semua pihak sangatlah diharapkan guna mencegah dan bersama memerangi agar pengaruh narkoba tidak menyentuh keluarga yang dicintai.

“Saat ini ancaman narkoba sudah masuk ke hampir seluruh lapisan masyarakat, baik orang dewasa atau anak-anak. Tugas kita, mari sama-sama lawan dan jauhkan diri kita serta keluarga dari bahaya narkoba,” kata Nurjana.

Usai mengikuti semua penyampaian materi sosialisasi tentang P4GN, kemudian dilanjutkan dengan tes urine terhadap prajurit Bekangdam XVIII/Kasuari secara acak dan terpilih sebanyak 20 orang prajurit dan hasil pemeriksaan dinyatakan negatif. (sgf)

Pos terkait