Wakil Bupati Haltim Terima Kunjungan Strategis Dewan Pertahanan Nasional RI, Paparkan Lompatan Ekonomi dan Potensi Daerah

HALTIM, Kabartimur.com– Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, menerima kunjungan kerja strategis rombongan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Republik Indonesia dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lantai II, Selasa (23/6/2026)
Rombongan DPN RI dipimpin Mayjen TNI Tri Rana Subekti bersama sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Laksamana TNI Agustinus Joko Priyanto, Tri Budi Haryono, Kolonel Dody Zulkarnain, Kolonel Revila Aelina, dan Kolonel Dedy Suhartono. Pertemuan tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Halmahera Timur.

Dalam kesempatan itu, Anjas Taher memaparkan kondisi geografis, potensi wilayah, hingga perkembangan indikator ekonomi makro Kabupaten Halmahera Timur yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan sangat signifikan.

Menurutnya, kunjungan DPN RI menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan strategi ketahanan nasional berbasis geoekonomi.

“Kunjungan dari Dewan Pertahanan Nasional RI ini merupakan momentum penting bagi kami untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah berbasis geoekonomi dengan strategi ketahanan nasional,” ujar Anjas Taher.

Ia berharap capaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Halmahera Timur dapat menjadi bahan pertimbangan strategis pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan berkelanjutan di daerah tersebut.

Baca Juga :   Kejari Haltim Pimpin Upacara Tabur Bunga Peringati HBA Ke 64 Dan HUT IAD XXIV Tahun 2024

Pertumbuhan Ekonomi Haltim Lampaui Nasional

Dalam pemaparannya, Anjas mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Halmahera Timur pada tahun 2025 mencapai 51,88 persen. Angka tersebut jauh melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara yang tercatat sebesar 34,17 persen maupun pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan kontribusi sebesar 63,06 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 10,37 persen, disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 7,97 persen.

Saat ini, terdapat 16 perusahaan pertambangan yang telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan beroperasi di wilayah Halmahera Timur.

Selain pertumbuhan ekonomi, berbagai indikator pembangunan manusia juga menunjukkan perkembangan positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Haltim pada 2025 mencapai 71,11.

Baca Juga :   Bupati Haltim Hadiri Paparan Hasil SKI 2023 Oleh Kementrian Kesehatan-RI Di Jakarta

Di sisi lain, tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio berada pada angka 0,278. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,44 persen, sementara jumlah penduduk miskin mencapai 11,05 ribu jiwa.

Stunting Menurun, Potensi Wilayah Terus Dikembangkan

Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur juga terus memperkuat program pembangunan kesehatan masyarakat. Salah satu hasil yang dicapai adalah penurunan prevalensi stunting dari 32,3 persen pada 2023 menjadi 27 persen pada 2025.

Anjas menjelaskan, Halmahera Timur memiliki luas wilayah mencapai 14.202 kilometer persegi yang terdiri atas daratan seluas 6.489,91 kilometer persegi dan lautan seluas 7.712,09 kilometer persegi.

Kabupaten ini menaungi 10 kecamatan dan 102 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 103.276 jiwa serta tingkat kepadatan penduduk sekitar 15,64 jiwa per kilometer persegi.

Melalui kunjungan kerja DPN RI tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap potensi strategis wilayah, khususnya pada sektor ekonomi, sumber daya alam, dan ketahanan wilayah, dapat semakin diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah pusat guna mendukung pembangunan dan ketahanan nasional. (*)

Baca Juga :   Bupati Haltim Putuskan Syarif Hanafi Pemenang Pilkades Desa Inojaya

Pos terkait