Karang Taruna Blokade Aktivitas PT Feni Haltim, Desak Evaluasi Amdal dan Tetapkan 10 Desa Ring Satu

HALMAHERA TIMUR, Kabartimur.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Maba (G-PPKM) bersama berbagai Karang Taruna di Kecamatan Maba melakukan aksi pemboikotan terhadap aktivitas PT Feni Halmahera Timur (PT Feni Haltim) di Pos Wato-wato, Rabu (29/7/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Feni. Massa menilai hasil konsultasi sidang Amdal yang sebelumnya digelar di Ternate belum disosialisasikan kepada masyarakat di desa-desa yang terdampak, sementara aktivitas perusahaan tetap berjalan.

Ketua Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Maba, Fister Goeslaw, mengatakan pihaknya menolak dokumen Amdal yang disusun perusahaan karena hanya mencantumkan lima desa sebagai wilayah terdampak.

Menurutnya, masih banyak desa lain yang turut merasakan dampak lingkungan maupun dampak sosial ekonomi dari rencana pengembangan kawasan industri tersebut.

“Kami tidak sepakat dengan Amdal yang dibuat karena hanya mencantumkan lima desa terdampak. Padahal kami juga merasakan dampak yang sama, baik lingkungan maupun sosial ekonomi. Karena itu kami meminta PT Feni melakukan evaluasi ulang terhadap dokumen Amdal,” tegas Fister.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan kepada PT Feni Haltim, yakni:

  • Melaksanakan sosialisasi hasil sidang Amdal yang digelar di Ternate kepada masyarakat di Buli paling lambat satu minggu.
  • Menggelar konsultasi publik di Kecamatan Buli sebagai wilayah terdampak dan membukanya secara umum kepada masyarakat.
  • Meninjau kembali serta mengevaluasi penetapan batas wilayah terdampak kawasan industri Buli yang tercantum dalam dokumen Amdal.
  • Menetapkan 10 desa di Kecamatan Maba dan Kota Maba sebagai wilayah ring satu perusahaan.
Baca Juga :   Peserta JKN Wajib Pahami Jenis-jenis Layanan Non Tatap Muka BPJS Kesehatan

Fister menegaskan aksi pemboikotan akan terus berlangsung hingga pihak PT Feni Haltim bersedia menemui massa dan memberikan penjelasan terkait tuntutan tersebut.

“Kami akan terus melakukan pemboikotan aktivitas PT Feni hingga malam hari, sampai ada respons dari pihak perusahaan,” ujarnya.

Aksi tersebut diikuti oleh sejumlah Karang Taruna, di antaranya Karang Taruna Buli Karya, Wayafli, Teluk Buli, Sailal, Buli, Gaetoli, Baburino, dan Pekaulang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Feni Halmahera Timur terkait tuntutan maupun aksi pemboikotan yang dilakukan massa. (Red/RSLN)

Pos terkait