Rayakan Hut Infanteri dan Tiga Tahun berdirinya Kodam, TNI gelar berbagai atraksi

  • Whatsapp

MANOKWARI- Menyambut Hari Infanteri Ke – 71 dan HUT Ke – 3 Kodam XVIII/Kasuari beberapa rangkaian kegiatan dilaksankan seperti  Doa Bersama, Ziarah ke TMP Trikora, Donor Darah,  Bakti Sosial yang dilaksanakan di Distrik Momi Waren dan Upacara Bendera.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Komandan Upacara, Letkol Inf Chairi Suhanda, Perwira Upacara, Mayor Inf Boby Marsusitaning,S.D.

Dalam upacara kali ini dilaksanakan secara sederhana  dan berlangsung  khidmat karena dalam sela-sela upacara tersebut juga ditampilkan “iring-iringan pasukan tradisional 45” yang bertujuan untuk mengingatkan kembali bagaimana para pendahulu bangsa, para pejuang rakyat dengan menggunakan pakaian dan perlengakapan yang sederhana, dorongan logistik seadanya serta hanya dengan tombak bambu, parang dan golok serta senjata hasil rampasan tentara sekutu dalam perjuangannya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu juga  dilaksanakan penyerahan simbol Yudha Wastu Pramuka oleh Ton Yudha Wastu Pramuka Jaya terakhir yang bertujuan untuk mewujudkan jiwa korsa dan kebanggaan Prajurit Infanteri sebagai pasukan terdepan dalam setiap pertempuran, serta menanamkan nilai-nilai kejuangan, semangat pantang menyerah, dan keteladanan Panglima Besar Jenderal Sudirman kepada generasi muda TNI Angkatan Darat.

Sesuai tugas pokok yang diembannya, Kodam XVIII/Kasuari diharuskan mampu menyelenggarakan pembinaan kemampuan, pembinaan kekuatan dan gelar kekuatan serta Pembinaan Teritorial sekaligus menyelenggarakan operasi pertahanan matra darat di wilayah Provinsi Papua Barat.

Hal itu diungkapkan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, dalam amanatnya pada Upacara Hari Infanteri Ke – 71 yang dibalut dengan peringatan HUT Ke 3 beridirnya Kodam XVIII/Kasuari Tahun 2019, Kamis (19/12/2019) pagi di Lapangan Upacara Makodam XVIII/Kasuari.

Dikatakan Joppye, Infanteri sebagai Korps terbesar di Angkatan Darat tidak pernah terlepas dari sejarah perjuangan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948 merupakan tonggak sejarah Infanteri dimana kita mendapatkan nilai patriotisme, kepemimpinan seorang Panglima Besar Jenderal Sudirman, profesionalisme Prajurit dan kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Sedangkan peringatan Hari Ulang Tahun Ke – 3 Kodam XVIII/Ksr tahun 2019, merupakan bagian dari pembinaan Tradisi Korps untuk memelihara dan meningkatkan semangat kejuangan, kebanggaan dan kecintaan terhadap Kodam XVIII/Ksr,” ujar Joppye.

Ditambahkan Joppye bahwa  Kodam XVIII/Kasuari adalah salah satu kotama di jajaran TNI, khususnya TNI AD yang merupakan alat Negara bidang pertahanan yang dituntut untuk selalu siap siaga menghadapi berbagai ancaman baik ancaman Militer maupun Non Militer yang membahayakan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah Negara dan keselamatan segenap Bangsa Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Papua Barat.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Gubernur, Kapolda, Ketua DPRD, para Bupati, Walikota, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan semua pihak yang telah membantu kelancaran proses pembangunan dan mendukung pelaksanaan tugas Kodam XVIII/Kasuari,” tutupnya.

Usai pelaksanaan upacara, dilanjutkan dengan atraksi pembebasan tawanan, penghancuran oleh Tim pembebasan Batalyon Infanteri 761/Kibibor Akinting yang merupakan Batalyon pemukul Kodam yang kemudian juga dengan atraksi perkelahian Bela Diri Milter oleh Tamtama remaja Kodam XVIII/Kasuari dilanjutkan dengan atraksi Devile oleh seluruh peserta Upacara yang di pimpin oleh Letnan Kolonel Inf Charlie Clay Lorando Sondakh (Danyonif RK 762/VYS) serta dilanjutkan acara syukuran yang didalamnya dilaksanakan pebagian hadiah juara kepada juara Devile, pembagian buku sejarah, pemotongan tumpeng serta dilanjutkan dengan panggung hiburan kepada seluruh tamu undangan.

(AD)

Pos terkait