Pemda Manokwari Sedang Dalam Persiapan Menuju New Normal

  • Whatsapp

MANOKWARI- Di masa pandemi covid 19 saat ini , pemda Manokwari sedang melakukan persiapan menuju new normal.

Persiapan tersebut dilakukaan dengan penyediaan sarana pendukung seperti pengadaan masker, alat rapit tes dan sarana pendukung lainnya.

Mengingat saat ini status kabupaten Manokwari masih dalam status zona kuning karena masih ada 3 pasien yang belum sembuh sehingga belum bisa masuk dalam kategori untuk penerapan new normal sebagaimana diketahui bahwa penerapan new normal diberlakukan oleh daerah dengan statusnya sudah zona hijau.

“Untuk masuk dalam masa new normal Manokwari belum berani melaksanakan karena masih ada 3 pasien yang sedang menjalani perawatan, kita berharap mereka cepat pulih sehingga bisa dibuatkan regulasi dan Manokwari menjadi zona hijau” kata Budoyo.

Diungkapkan Budoyo bahwa selain zona hijau, untuk penerpaan new normal pemerintah daerah harus melaksanakan rapid tes massal minimal 5000 hingga 7000-an.

Adapun upaya yang dilakukan oleh satgas menuju zona hijau yakni menyediakan alat rapid tes yang akan digunakan nantinya dalam rapid tes massal yang mana saat ini telah dipesan untuk pengadaannya dan secara khusus untuk warga yang ber-KTP Manokwari.

Menurut Budoyo, dalam kondisi pandemi saat ini, pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat dan akan melakukan rapid tes yang dilaksanakan secara massal kepada warga terkecuali rapid yang dilakukan secara mandiri di rumah sakit DMC dan AL namun untuk rapid tes dari pemda dilakukan di setiap puskesmas yang ada .

Budoyo menyebut bahwa pengadaan rapid tes awalnya masih ada sekitar 500 namun ada permintaan dari sejumlah instansi untuk melakukan rapid tes kepada pegawai yang ada pada instansi tersebut.

Selain itu kata Budoyo untuk dana pengadaan masker sudah dilakukan terutama kepada warga manokwari, dengan buatan lokal untuk memberdayakan penjahit-penjahit yang ada di manokwari.

Menuju new normal pihaknya akan mempersiapkan masker yang nantinya akan dibagikan kepada penduduk warga manokwari yang akan dikondisikan dengan kemampuan anggaran dari pemda karena jika penerapan new normal dilaksanakan wajib hukumnya bagi setia warga yang keluar untuk menggunakan masker dan pengadaan masker tersebut akan dipersiapkan sebanyak-banyaknya dan akan disesuaikan dengan plafon anggaran daerah yang tersedia mengingat banyaknya warga yang akan menggunakan dan bukan hanya warga dalam kota saja tetapi sampai pada tingkat distrik dan kampung akan dibagikan.

Terkait dengan jumlah masker yang akan diproduksi jumlahnya belum diketahui tetapi akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

” Yang jelas kita akan sediakan sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuan keuangan daerah” kata Budoyo.

Budoyo menyebut bahwa dengan anggaran senilai Rp 92 milyar tersebut untuk kesehatan dialokasikan 64 milyar dan pemerintah berharap covid 19 ini segera berkahir sebab jika terus berkepanjangan secara otomatis anggaran juga akan mengalami perubahan.

Budoyo menekankan bahwa dengan keterbatasan anggaran pemerintah daerah manokwari harus siap menghadapi Persiapan menuju new normal,

” Suka tidak suka dengan dengan keterbatasan anggaran kita harus siap menghadapi new normal dengan memberdayakan komponen di Manokwari dan masyarakat harus membantu” harap Budoyo.

Sedangkan pengawasan untuk Penerapan new normal nantinya akan melibatkan Pengawasan di lapangan oleh pihak TNI, POLRI, dan Satpol PP.

Ditambahkan Budoyo bahwa persiapan menuju new normal dan akan melakukan rapid tes massal sehingga menjaga kemungkinan ada yang reaktif maka akan menjalani karantina terpusat dan saat ini telah diupayakan oleh pemda untuk mempersiapkan tempat tersebut namun belum disebutkan tempatnya dimana.

Juga dengan alat PCR saat ini sudah ada di siapkan oleh pemerintah Manokwari namun karena adanya penghentian jalur udara bagi penumpang karena hanya dibolehkan maskapai melayani Kargo sehingga tenaga teknisnya yang akan melatih tenaga di manokwari yang akan mengoperasikan belum didatangkan sehingga alat pcr belum difungsikan.

” PCR sudah ada tapi belum berfungsi, alatnya didatangkan dari jakarta dan dalam waktu dekat kepala dinas kesehtaan akan berkoordinasi dengan penanganan teknis pcr kepada pihak penyedia untuk segera difungsikan” terang Budoyo.

Menurut Budoyo bahwa saat ini rapid tes tetap dilakukan namun untuk PCR ketika sudah siap diswab hasilnya tidak perlu dibawah ke makassar lagi dan hanya menunggu 5 hari hasilnya sudah keluar untuk diketahui.

Sementara itu kapasitas untuk memeriksa swab dalam 1 hari bisa dilakukan kepada 200 orang untuk membantu hasil secepatnya dan dibutuhkan tim work dan kerja keras.(*R)

Pos terkait