WASIOR, Kabartimur.com – Bupati Teluk Wondama Papua Barat, Elysa Auri, Senin, 20 April di aula kantor distrik Wasior membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik/kecamatan tahun 2026.
Bupati menekankan Musrenbang menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dia menegaskan masyarakat tidak lagi ditempatkan hanya sebagai objek pembangunan tetapi menjadi subyek yang aktif dalam proses pengambilan keputusan.
“Keterlibatan masyarakat secara langsung dalam perencanaan pembangunan memungkinan terjadinya indentifikasi kebutuhan yang lebih kontekstual dan positif sehingga program yang diusulkan lebih tepat sasaran, “kata bupati.
Dengan pola itu, bupati berharap Musrenbang distrik 2026 akan memunculkan program-program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat Teluk Wondama.
Bukan hanya berdasarkan pertimbangan teknokratis atau untuk mengakomodir kepentingan pihak-pihak tertentu.
Musrenbang tingkat distrik tahun 2026 mengusung tema Penguatan Fondasi Transformasi Pembangunan Daerah melalui Peningkatan Kualitas SDM, Ekonomi Produktif Berbasis Potensi Lokal dan Penguatan Identitas Wondama sebagai Pusat Peradaban Pendidikan Papua.
Tema ini, menurut bupati, mencerminkan komitmen Pemda bersama semua komponen masyarakat untuk melakukan transformasi pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan.
“Tetapi juga pada pemerataan, keberlanjutan dan penguatan jati diri daerah, “kata orang nomor satu Wondama ini.
Musrenbang Distrik 2026 merupakan forum untuk menyusun dan menyepakati program dan kegiatan pembangunan yang menjadi prioritas di tingkat distrik berdasarkan hasil musrenbang desa/kampung.
Program dan kegiatan yang telah disepakati selanjutnya dibawa ke forum Musrenbang tingkat kabupaten untuk kemudian ditetapkan menjadi program prioritas daerah yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.
Kegiatan ini berlangsung serentak di 13 distrik se Kabupaten Teluk Wondama selama dua hari hingga Selasa, 21 April. (Nday)







