Sidang AMDAL Dimulai, Mambor Tegaskan Bandara I.S Kijne Adalah Prioritas

  • Whatsapp

WASIOR – Bupati Hendrik Mambor menegaskan percepatan pembangunan Bandara I.S Kijne di Mawoi Distrik Wasior menjadi agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama.

Kehadiran Bandara baru itu diyakini akan membawa dampak positif dalam berbagai sektor termasuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Untuk diketahui, pembangunan Bandara baru Kabupaten Teluk Wondama adalah perintah langsung dari Presiden Joko Widodo sewaktu berkunjung ke Wondama dalam peresmian Dermaga Wasior pada 2016 silam.

Karena itu Mambor bertekad pembangunan Bandara baru bisa terwujud dalam periode pemerintahan yang dipimpin dirinya bersama Wakil Bupati Andarias Kayukatuy.

“Kita harus buktikan kepada negara dan rakyat bahwa perintah Presiden dapat kita laksanakan. Karena ini beliau disampaikan di depan masyarakat bukan di depan bapak bupati sendiri bukan juga di depan kepala Dinas perhubungan.

Tetapi di sampaikan di depan masyarakat di dermaga Wasior. Oleh karena itu Bandara ini menjadi sangat prioritas dalam agenda pemerintahan kami walaupun pendek, “ujar Mambor.

Hal itu dikemukakannya pada saat membuka Sidang Komisi AMDAL Pembangunan Bandara I.S Kijne di Gedung Sasana Karya Kantor Bupati Teluk Wondama di Isei, Senin (21/6/2021).

Bagi eks Kepala Bappeda Teluk Wondama ini, terbangunnya Bandara baru adalah sejarah bagi Kabupaten Teluk Wondama. Karena itu dia mengajak seluruh pihak termasuk masyarakat pemilik tanah lokasi Bandara baru untuk bersama-sama mewujudkan sejarah itu.

“Kepada pegawai saya sampaikan mari kita buat sejarah di Wondama dengan membangun Bandara dengan membangun fasilitas yang nanti tinggal (jadi milik). Siapa yang akan membawa Bandara. Begitu jadi 10 tahun, 50 tahun 100 tahun akan tinggal di generasi kita. Kita bicara hari ini untuk kepentingan generasi yang akan datang,”ucap bupati ketiga Wondama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Abdullatief Suaeri selaku Ketua Komisi AMDAL mengatakan, pelaksanaan sidang AMDAL pembangunan Bandara I.S Kijne sengaja dipercepat. Hal itu dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan Bandara yang sudah tertunda sejak 2018.

Meski demikian dia menjamin percepatan itu tidak mengabaikan prosedur dan ketentuan baku dalam pengujian AMDAL.

“Pemda Kabupaten Teluk Wondama sangat semangat mendorong pembahasan AMDAL. Diketahui bahwa sebenarnya alur pembahasan itu masih ada tiga sesi lagi baru kita sampai ke (sidang) komisi. Tapi karena Pemda begitu bersemangat akhirnya kita potong sudah langsung ke komisi,”ucap Suarei.

Dengan terlaksananya sidang komisi AMDAL, jelas Suaeri, maka tersisa satu tahapan lagi yang verifikasi kelayakan dokumen oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Papua Barat sebelum dinyatakan lulus AMDAL.

“Kalau itu sudah selesai maka bapak Bupati sudah bisa mengantongi dokumen AMDAL yang utuh dan juga Gubernur sebagai dasar untuk memperjuangkan untuk cepat dibangunnya bandara IS Kijne,”kata mantan Pjs Bupati Teluk Wondama ini.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, keluarga besar marga Marani yang terdiri atas 9 turunan sebagai pemilik tanah di Mawoi telah sepakat menyerahkan tanah adat mereka seluas 280 hektar untuk pembangunan Bandara I.S. Kijne.

Pemkab Wondama menargetkan tahapan pembersihan lokasi (land clearing) sudah bisa dilakukan selambat-lambatnya pada awal 2022. (Nday)

Pos terkait