Bank Papua Buka Kantor Kas di Rumberpon dan Roon, Windesi Naik Status Jadi KCP

WASIOR – Warga dua distrik terluar di Kabupaten Teluk Wondama yakni Distrik Rumberpon dan Distrik Roon tidak lama lagi akan bisa menikmati layanan perbankkan di wilayah setempat .

PT. Bank Papua telah menyatakan kesanggupannya untuk membuka kantor kas pada dua distrik tersebut.

Hal itu diungkapkan Bupati Hendrik Mambor sewaktu membuka Sidang Komisi AMDAL Pembangunan Bandara I.S Kijne di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama di Isei, Senin (21/6/2021).

Bupati menyebut dirinya beberapa hari lalu telah bertemu langsung dengan pimpinan PT.Bank Papua di Jayapura untuk meminta pembukaan kantor kas pada beberapa distrik di Kabupaten Teluk Wondama.

Sejauh ini, unit pelayanan Bank Papua baru ada di 2 wilayah dari total 13 distrik di Kabupaten Teluk Wondama yakni Distrik Wasior dengan status Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan Distrik Windesi yang berstatus kantor kas.

Baca Juga :   Dinkes Wondama Yakin Cakupan Sub PIN Polio Capai 95 Persen

“Saya sudah Ke Jayapura ketemu dengan pimpinan Bank Papua. Mereka setuju untuk kantor kas Windesi ditingkatkan statusnya menjadi kantor cabang pembantu. Ini bagaimana berusaha di semua sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,”kata Mambor.

“Kita juga percepat kantor kas di Rumberpon dan di Roon, (untuk) mendekatkan akses layanan perbankkan kepada masyarakat,”lanjut eks Kepala Bappeda Wondama ini.

Menurut bupati, pembukaan bank di wilayah terjauh merupakan upaya untuk menggerakkan ekonomi di kampung sehingga pada gilirannya bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Karena pengalaman yang kami dapati, orang tua di sana mau kirim uang 300 ribu bagi anaknya, keluarganya harus siapkan BBM harga 500 sampai 1 juta. Itu hal-hal yang kami rasa penting untuk coba mengkaitkan semuanya,”kata orang nomor satu Wondama.

Sekedar diketahui, pembukaan bank di wilayah terluar merupakan salah satu janji politik pasangan Hendrik Mambor-Andarias Kayukatuy pada kampanye Pilkada 2020. (Nday)

Baca Juga :   Direktur PT Sira Mengeigouh Jaya Pertanyakan Helikopter yang Dinilai Backup Tambang Ilegal

 

Pos terkait