Membangun Tanah Papua: Menjadikan Budaya, Alam, dan Sumber Daya sebagai Pilar Masa Depan

Leon Agusta, S.S., M. Eng. Lit.
(Dosen Universitas Papua)

I. Pengantar
Sejarah perjalanan kehidupan umat manusia di berbagai belahan dunia senantiasa beririsan dengan perkembangan budaya, alam, dan sumber daya alam. Ketiga aspek tersebut memberikan peran dan pengaruh yang signifikan dalam pola pikir serta pola tindak manusia yang mengalami perubahan seiring perjalanan waktu.

Kombinasi ketiga hal tersebut juga menunjukkan bahwa manusia sangat bergantung kepada faktor- faktor di luar dirinya untuk mempertahankan kehidupan serta memperjuangkan kesinambungan hidup pada masa kini maupun pada masa depan.

Secara khusus Indonesia dan lebih khusus lagi, Tanah Papua, potensi keberagaman budaya, keindahan alam, dan kekayaan sumber daya alam telah, terus, dan masih akan menjadi faktor- faktor fundamental dan strategis dalam rangka mempertahankan eksistensi serta memberi tongkat estafet kehidupan dengan berbagai warisan yang berharga kepada generasi selanjutnya sekaligus sebagai modal yang penting bagi
pembangunan di Tanah Papua (Wenda,2025).

Warisan- warisan tersebut telah menjadi suatu keniscayaan dalam kehidupan suku- suku bangsa orang asli Papua sejak dahulu kala sehingga menjadi bagian dari identitas serta kebanggaan dari generasi ke generasi.

Pada era sekarang semua potensi tersebut tetap relevan dan terus dapat menjadi modal berharga dalam pembangunan di Tanah Papua tentunya dengan peran serta yang nyata dan positf dari masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya.

II. Pembahasan
Papua sebagai suatu entitas budaya yang terdiri dari manusia dan produk- produk
kemanusiaannya merupakan komunitas yang unik dan memiliki relasi yang berkesinambungan dalam konteks budaya. Keunikan budaya di Papua salah satunya adalah keberagaman suku bangsa dan budaya.

Salah satu potensi budaya terbesar Papua adalah terdiri dari kurang lebih
250 suku dan bahasa (Papua Center, 2018) . Dengan jumlah suku dan bahasa yang sedemikian besar maka dapat dikatakan bahwa terdapat banyak sumber- sumber pengetahuan danketerampilan budaya yang menjadi rujukan serta latar belakang pola kehidupan orang asli Papua yang masing- masing menjadi penanda serta penciri khas yang tidak akan ditemui di tempat lain.

Melalui budaya, terbentuk dan terbangunlah suatu ekosistem perikehidupan manusia yang berdampingan dengan alam. Dengan budaya yang kaya serta bernilai tinggi maka manusia mengalami perkembangan wawasan, pola pikir, serta pola tindak yang akan mempengaruhi aspek- aspek kehidupannya menjadi lebih berkualitas.

Kondisi budaya di Papua secara umum masih sangat melekat dengan kehidupan suku- suku bangsa asli yang mendiami Pulau tersebut. Budaya kesukuan secara umum masih menjadi perangkat yang sangat penting dalam kehidupan sosial orang Papua (Slama & Munro, 2015).

Baca Juga :   SMA Negeri 1 Manokwari Nyalakan Obor Pembinaan Karakter Lewat Perkemahan: Pramuka dan PMR Bersatu Menjawab Tantangan Zaman

Perjalanan waktu senantiasa beririsan dengan perkembangan budaya dunia yang mau tidak mau mempengaruhi kehidupan di Tanah Papua sehingga mulai menghasilkan produk- produk asimilasi dan akulturasi budaya yang memberikan warna yang beragam pada kehidupan orang Papua dari masa ke masa.

Terkhusus di era globalisasi yang dicirikan salah satunya oleh perkembangan dan kemajuan teknologi informasi sekarang ini, produk- produk budaya asli mendapat tantangan eksistensi yang cukup serius, karena generasi muda Papua sangat cepat menyerap dan meniru produk budaya luar yang menjadi trend dalam pergaulannnya. (Kabanga, 2021).

Tentunya dibutuhkan reaksi yang tepat menghadapai tantangan- tantangan budaya tersebut agar jatidiri dan kebanggan sebagai orang Papua tetap dilestarikan sebagai salah satu modal penting dalam pembangunan manusia di Tanah Papua.

Pelestarian budaya, terutama yang memprioritaskan budaya yang nyaris punah tentu harus menjadi perhatian khusus semua pemangku kepentingan, baik itu masyarakat adat/ suku, pemerintah, dan lembaga- lembaga lain yang secara langsung maupun tidak langsung berkepentingan bagi tetap eksisnya budaya setempat (Wambrauw, 2021). Keberagaman budaya menjadi bahan- bahan referensi yang sangat kuat karena berasal dari filosofi kehidupan orang asli Papua yang memiliki nilai- nilai luhur dan tetap bisa adaptif dengan perkembangan zaman.

Hal ini penting karena warga negara tidak hanya berperan sebagai objek pembangunan namun di sisi lain harus berperan serta dan dilibatkan secara sengaja untuk menjadi subjek atau pelaku pembangunan itu sendiri.

Cita- cita tujuan pelestarian budaya tentunya erat kaitannya dengan kebiasaan dan sikap manusia terhadap sesamanya dan juga terhadap alam. Sebagai modal pembangunan, alam telah dan terus memberikan sumbangsih yang paling signifikan di samping ilmu pengetahuan dan keterampilan umat manusia.

Di Papua kekayan sumber daya alam adalah suatu keberadaan yang secara idela harus terus- menerus memberikan sumbangsih yang nyata terhadappenerimaan negara dan pelaksanaan program pembangunan itu sendiri (Setda Provinsi Papua, 2025).

Di samping itu, Undang- Undang Otonomi Khusus Papua Tahun 2021 mengamanatkan porsi anggaran negara yang cukup signifikan untuk Tanah Papua sebagai salah satu pengkhususan daerah yang memiliki sumber daya alam yang dalam skala besar memberikan kontribusi atas eksplorasi dan eksploitasinya (Republik Indonesia, 2021).

Tentunya dalam perjalanan pengelolaan anggaran tersebut masih ada saja masalah- masalah yang berakar kepada oknum-oknum yang belum secara cermat dan tepat mengalokasikannya. Hal ini juga memberikan dampak kepada tersendatnya program- program pembangunan pemerintah dan pada gilirannya memberika dampak pula pada kondisi perekonomian Tanah Papua terutama kepada orang asli Papua.

Baca Juga :   KSKP Manokwari Amankan Terduga Pelaku Penikaman dari Manado

Oleh karena itu diperlukan kebijaksanaan pemerintah pusat dan daerah yang berpihak kepada kepentingan kehidupan orang asli Papua dalam posisinya sebagai penduduk asli di Tanah Papua sehingga sumber-sumber daya alam berupa emas, perak, tembaga, nikel, minyak, dan gas yang tersebar di berbagai bagian Pulau Papua secara lebih nyata menjadi salah satu modal penggerak pembangunan. Dengan adanya kesadaran serta pemberdayaan masyarakat Papua yang berbasis pengelolaan sumber daya alam yang profesional dan akuntabel baik oleh pemerintah pusat maupun daerah maka program pembangunan dan roda perekonomian dapat dirasakan secara nyata manfaatnya.

Peran pemerintah tidak hanya diharapkan terencana dan terlihat nyata dalam aspek pelesatarian budaya dan pengelolaan sumber daya alam sebagai modal- modal strategis pembangunan di Tanah Papua. Namun aspek potensi keindahan alam sebagai objek wisata yang idealnya mampu memberikan sumbangsih pula bagi pendapatan negara dan daerah juga mesti mendapatkan perhatian dan pelaksanaan serius.

Tanah Papua dikenal dunia salah satunya karena keindahan alamnya baik di gunung, pantai, maupun di laut. Keindahan alam pegunungan yang masih asli, pantai- pantai landai berpasir putih, maupun kekayaan keanekaragaman hayati di laut- laut wilayah Pulau Papua telah lama dijadikan sebagai tujuan wisata, baik dengan pengeloaan yang sudah profesional, maupun yang masih amatir oleh warga sekitarnya (Ismail, 2020).

Wilayah Raja Ampat dan Teluk Cenderawasih dengan potensi wisata bahari maupun Lembah Baliem serta Pegunungan Jayawijaya baru sebagain kecil dari potensi wisata alam di Tanah Papua yang sejatinya sangat kaya dan beragam. Kondisi alam yang sedemikian indah tentunya tidak seharusnya hanya menjadi keadaan pasif yang belum memberikan nilai tambah secara ekonomis kepada masyarakat sekitarnya.

Tentu pengelolaan potensi- potensi keindahan alam yang profesional berbasis keilmuan yang diselaraskan dengan adat budaya serta kearifan lokal setempat dapat menjadi kombinasi yang mumpuni untukmemberi manfaat ekonomis sekaligus terus menjada kelestarian alam objek- objek wisata yang dikelola.

III. Kesimpulan

Membangun Tanah Papua pada hakikatnya adalah tanggung jawab setiap orang yang hidup di Tanah Papua beserta perangkat pemerintah pusat selaku pemangku kepentingan negara dalam cita- cita mensajahaterakan kehidupan bangsa sebagai salah satu tujuan bernegara Republik Indonesia.

Baca Juga :   Pelaku Begal Pembacokan di Polisi Tidur 13 Rendani Berhasil Diringkus Polisi di Rumah Orang Tuanya

Tujuan meningkatnya kesejahteraan bagi orang Papua dan secara lebih khusus bagi orang asli Papua tentunya berlandasakan kepada semangat serta cita- cita nenek moyang, para pejuang pendiri bangsa, pemimpin daerah, dan semua insan generasi terdahulu dan generasi muda Papua untuk mempunyai kualitas hidup yang lebih baik serta harapan akan masa depan yang lebih menjanjikan.

Warisan- warisan budaya yang bernilai tinggi serta memiliki tempat yang sakral bagi orang Papua pada hakikatnya harus menjadi salah satu tolak ukur acuan pembangunan di Tanah Papua karena budaya menunjukkan identitas dan kebanggaan suku bangsa.

Selain warisan budaya, sumber daya alam juga berperan penting sebagai modal pembangunan yang sangat strategis bagi Tanah Papua karena kekayaan cadangan dan keragamannya yang sudah diolah serta dipergunakan sebagai modal pembangunan.

Tentunya pengelolaan sumber daya alam dimaksud tidak terlepas dari dinamika yang kadang kontroversial namun dalam tataran ideal, seharusnya menjadi salah satu faktor terpenting pembangunan. Dalam kaitan budaya dan sumber daya alam, terdapat kondisi keindahan alam Tanah Papua yang begitu mempesona turis lokal dan mancanegara sehingga harus pula dikelola secara profesional dan berkemanusiaan sehingga tidak hanya menjadi modal pembangunan tetapi sebagai entitas pelestarian yang mencirikan adat istiadat maupun kearifan lokal orang Papua yang senantiasa menjadi penciri pembanguan berkelanjutan di Tanah Papua.

DAFTAR PUSTAKA
Ismail, M. (2020). Strategi pengembangan wisata Provinsi Papua. .” Jurnal Matra Pembaruan,4(1), 56–59.

Kabanga, L. (2021). Globalisasi budaya bagi mahasiswa indigenous Papua di arus
perkembangan kota. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(3), 310-322.

Papua Center UI. (2018). Mengenal suku-suku asli Papua dari topografi wilayah.
https://www.papua￾center.or.id/files/ebook/c6f9c5f1ac3050532341fef943caaeb41703185328.pdf.

Provinsi Papua (2025). Potensi sebaran sumber daya alam Provinsi Papua. Biro
Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua.

Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi
Papua.https://jdih.kemenkum.go.id/dokumen/view?id=85861.

Slama, M., Munro, J. (ed). (2015). From Stone Age to real time: Exploring Papuans
temporaribilites, mobilities, and religiosities Indonesia. Australian National University.

Wambrauw, R. (2021). Strategi pelestarian budaya lokal di Papua Selatan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(2), 155–163.

Wenda, M. (2025). Masa depan SDM Papua: Menjawab tantangan pembangunan berbasis
sumber daya alam di Provinsi Papua Pegunungan. Weidina Media Utama. (*)

Pos terkait