Masih Memanfaatkan Gedung Pastori, Yayasan Pemulihan Bhetesda Kadang Menampung Belasan Penyandang Disabilitas

Tana Toraja, Kabartimur.com— Bermodalkan semangat pelayanan, Yayasan Pemulihan Bethesda, GPDI Tumonga, Kecamatan Dusun Tumonga Kecamatan Rantetayo Toraja Utara kadang memiliki masalah terkait tempat.

Menjalankan program pelayanan rehabilitasi mental, baik kepada orang dengan gangguan kejiwaan maupun bagi korban penyalahgunaan Narkotika, dukungan Sarana dan prasarana bagi Yayasan Bethesda tersebut belum siap seutuhnya, sementara jumlah pasien yang menjalani progam rehabilitasi di Yayasan ini kadang mencapai jumlah belasan orang.

Meski masih terbatas dalam ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan materil yang tidak menetap mereka tetap berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

Akibat dari masih terbatasnya fasilitas yang saat ini masih memanfaatkan Gedung pastori, Pengelola Yayasan yang adalah seorang pendeta bahkan sampai berbagi tempat tidur dengan penyandang disabilitas yang sedang menjalani program rehabilitasi di Yayasan yang Ia pimpin.

Situasi tersebut tentunya berpotensi menimbulkan resiko bagi dirinya apabilah penyakit pasien yang dibimbingnya tiba-tiba kumat, namun dengan keyakinan yang penuh serta dengan prinsip kemanusiaan dia tidak membuat Batasan antara dirinya dengan para pasien.

Baca Juga :   GMNI Menuding Jurnalis Tidak Objektif, Ini Kata Koordinator IJTI Wilayah Toraja Luwu

“ untuk mengambil peran yang kami jalani saat ini tentunya sudah kami pertimbangkan dengan sangat matang sejak awal, kami meyakini bahwa prinsip kekeluargaan yang kita bangun di sini cukup efektif mendorong percepatan pemulihan bagi para pasien” Ungkap Pengelola Yayasan Yudith saat ditemui Wartwan beberapa waktu lalu.

Dijelaskan bahwa, situasi yang kadang membuat dirinya harus mengambil resiko berbagi tempat tidur dengan pasiennya ketika ada pasien yang belum bisa digabungkan dengan pasien lainnya sementara sudah tidak ada kamar yang kosong, terutama apabila pasien tersebut masih harus dipantau secara maksimal.

“jadi kadang saat tidur, saya harus menyambung tali antara kakinya dan jari saya, jadi meskipun saya tidur kalua dia (pasien) ingin berkeliaran saya bisa langsung rasa” Terangnya.

Lebih lanjut, Pdt. Yudith menjelaskan bahwa, pelayanan pembinaan bagi orang dengan gangguan kejiwaan dan korban dari penyalahgunaan narkotika ini sudah dimulai sejak tahun 2009 lalu pelayanan tersebut kemudian didorong menjadi Yayasan yang berbadan hukum pada tahun 2016 lalu.

Baca Juga :   Penutupan Perkemahan Kwartir Ranting Kec. Masanda Ditutup Oleh Ketua DPRD Kab. Tana Toraja

Sesuai dengan pantauan media, para pasien yang menjalani rehabilitasi di tempat ini diperlakukan selayaknya anggota keluarga, sepintas tidak bisa dibedakan mana yang sedang mengikuti program rehabilitasi mana yang pendamping karena semuanya diberikan keleluasaan untuk beraktifitas baik didalam gedung maupun diluar gedung, bagi mereka yang sudah tergolong memasuki masa pemulihan bahkan diikutsertakan dalam kegiatan Ibadah rumah tangga yang dilakukan di rumah para jemaatnya.

Lebih lanjut, Yudith menyampaikan bahwa, meski Yayasan tersebut merupakan layanan kerohanian gerejawi serta berada di wilayah administrasi pemerintah kabupaten Tana Toraja namun selama ini mereka membuka diri untuk siapapun.

Pasien yang sudah mengikuti program rehabilitasi di Yayasan ini bukan hanya pasien dari Kabupaten Tana Toraja, bukan juga hanya warga satu gereja mereka, bahkan penderita yang bukan dari agama Kristen tetap mereka layani layaknya keluarga.

Baca Juga :   Pemeriksaan Hari ke 8 di Poros Makale-Toraja Utara, 5 Orang Warga Dinyatakan Reaktif Swab Antigen di Pos Pemeriksaan

“ jadi pelayanan kita terbuka untuk semua umat manusia” katanya.

Pada kesempatan itu, Yudith menyampaikan bahwa untuk mendukung peningkatan pelayanan di Yayasan Bethesda pihaknya sudah menerima lahan hiba dari salah seorang warga, yang menjadi pergumulan mereka saat ini adalah secepatnya bisa membangun gedung agar pelayanan bisa berjalan lebih maksimal lagi. Untuk itu, melalui kesempatan ini, Yudith membuka diri bagi siapapun yang ingin berbagi.

Sesuai dengan informasi yang diterima media, pasien yang menjalani program rehabilitasi di tempat tersebut terbilang cukup cepat pemulihannya, mereka juga kadang bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk membina korban yang trauma dari peristiwa hukum yang mereka alami * Soetanto*

 

Bagi yang rindu untuk berbagi kemanusiaan, Bisa langsung Menghubungi Pdt. Yudith melalui nomor kontak +62 853-2156-5541

Pos terkait