MANOKWARI, kabartimur.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengajak guru PAUD dan orang tua memperkuat peran masing-masing dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak di Kabupaten Manokwari.
Pesan tersebut disampaikan Hermus saat membuka Festival PAUD Kreatif dan Gebyar HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026 di Lapangan RTP Borasi, Manokwari.
Kepada para guru PAUD, Hermus menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak sejak usia dini.
Menurutnya, pekerjaan guru PAUD yang terlihat sederhana, seperti mengajarkan anak mengenal huruf, angka, bernyanyi maupun mengucapkan kata “tolong”, “maaf” dan “terima kasih”, sesungguhnya merupakan bagian penting dalam membangun peradaban manusia.
“Bapak dan ibu sedang meletakkan batu pertama pembangunan peradaban manusia. Karena itu, teruslah mendidik dengan hati. Jadilah guru yang sabar, penuh kasih dan menjadi teladan bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Selain guru, Hermus menegaskan bahwa keluarga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam pendidikan anak. Menurutnya, keluarga merupakan sekolah pertama dan orang tua adalah guru pertama bagi anak.
Ia meminta para orang tua meluangkan waktu untuk mendengarkan anak berbicara, membacakan buku, mengajak berdoa dan bercerita, serta mengajarkan anak menghormati orang lain.
Orang tua juga diminta mengenalkan budaya kepada anak sekaligus memberikan pendampingan dalam penggunaan telepon genggam, internet, media sosial dan berbagai perangkat digital.
“Keluarga adalah sekolah pertama dan orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak kita,” katanya.
Sementara kepada anak-anak yang mengikuti Festival PAUD Kreatif, Hermus berpesan agar mereka terus menjadi anak yang sehat, cerdas, berani, baik hati, menyayangi orang tua dan guru, mencintai Tuhan, budaya Papua, Manokwari dan Indonesia.
“Kalian adalah anak-anak yang hebat. Kalian adalah generasi emas Manokwari dan masa depan Indonesia,” ucapnya.
Hermus berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi penguat komitmen bersama untuk membangun sumber daya manusia sejak usia dini.
Ia menegaskan, pembangunan pendidikan di Manokwari harus memberikan kesempatan yang adil dan berkualitas kepada seluruh anak tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, suku, agama maupun tempat tinggal.
“Pendidikan harus menjadi jalan untuk memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Red/*)






