Bupati Manokwari: Waktunya Suku Arfak Berubah!

MANOKWARI, Kabartimur.com- Melalui momentum acara lepas sambut bunda literasi dan peresmian gedung perpustakaan kampung Warmare di distrik Warmare bupati Manokwari, Hermus Indou berpesan untuk seluruh masyarakat Warmare untuk meninggalkan hal-hal yang tidak baik yang dapat merugikan sesama manusia.

“Mari kita tinggalkan semua yang buruk-buruk di tahun 2022, tinggalkan dendam antar keluarga dengan keluarga sampai merencanakan untuk suntik Si A dan si B” tegas Bupati.

Bacaan Lainnya

” Ini saya bicara jujur saja karena sudah tidak ada penduduk di Warmare. Arfak dengan Arfak baku makan habis terus sudah tidak ada orang lagi besok Arfak tinggal sejarah bahwa Suku Arfak pernah mendiami wilayah ini dan tinggal cerita saja bahwa suku besar Arfak pernah hidup di daerah sini, tapi karena kejahatannya tidak mau mendengar firman Tuhan Yesus dan menolak menerima Tuhan sehingga dalam kehidupan Tuhan juga akan meninggalkan kita dan kita baku bunuh sampai habis” tegas Bupati yang juga adalah masyarakat suku Arfak.

Baca Juga :   Bupati Manokwari Lantik 10 Pejabat Tinggi Pratama

Bupati menekankan bahwa waktunya suku Arfak harus berubah.” Kita sudah tidak ada penduduk di sini karena sendiri baku bunuh sampai kapan? Nanti besok suku lain yang berkembang tutupi wilayah ini!.

” Saya minta supaya ko (kamu ) pu ( punya) kehidupan dan kamu punya keluarga tidak ada dalam bahaya jangan bikin masalah untuk orang lain” tegasnya lagi.

Bupati juga berharap jika ada kejadian terjadi di daerah ini seperti kecelakaan jangan bikin palang dan melempar dan merusak mobil yang akan merugikan orang lain.

“Saya minta kita rubah pola pikir kita bahwa kematian seseorang itu sudah ditentukan oleh Tuhan dengan takdirnya ketika manusia itu lahir kedalam dunia, ada yang mati dengan cara sakit penyakit dan lain sebagainya”.

Karena itu saya berharap Keluarga besar suku Arfak jika ada kematian kita harus terima dengan Ikhlas. Semua kematian harus diterima dengan penuh ucapan syukur karena kematian semua sudah ditentukan oleh Tuhan sang Pencipta.

Baca Juga :   Kabupaten Manokwari Raih Peringkat Ke 39 Kategori Pelayanan Publik di Indonesia

Bapak ibu semua harus mau menerima perubahan yang terjadi secara khusus Perubahan Kemajuan pembangunan. Kalau ada pembangunan yang masuk di wilayah kita jangan tuntut hak wilayah terlalu banyak dan nilai ganti rugi karena jika itu terjadi pembangunan bisa dibatalkan dan dibangun ditempat lain yang pastinya dinikmati oleh orang lain.

Jangan tinggalkan Gereja pada Hari Minggu. semua ada di gereja, jangan hari Minggu ada yang pergi jualan dan pergi ke kebun. Hari Minggu itu semua di gereja karena Tuhan sudah kasih hari pertama sampai dengan hari ke-6 untuk bekerja dan hari yang ke-7 untuk beribadah menguduskan Tuhan.

Pada kesempatan yang sama pula Bupati meminta agar masyarakat jangan terus menjual tanah adat. “Stop jual tanah! sudah kamu jual tanah semua baru kamu mau tinggal di mana? Jadi saya minta tanah kita, kita jaga dan kita selamatkan. (Red/*)

Pos terkait