203 Siswa SMPN Wasior Tamat di Masa Pandemi Covid, Kepsek Jamin Kualitas Siswa Tetap Baik

WASIOR – Sebanyak 203 siswa kelas IX SMPN Wasior, Kabupaten Teluk Wondama dinyatakan lulus ujian dan berhasil menamatkan pendidikan mereka.

Pengumuman kelulusan dilakukan dalam rapat terbuka yang dihadiri para siswa, dewan guru dan para orang tua, Jumat (4/6/2021). Ikut hadir Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Johan Windesi.

Tamat sekolah di tengah masa pandemi Covid-19 membuat banyak pihak ragu dengan kemampuan para siswa. Namun Kepala SMPN Wasior Yustinus Rumabur meyakini ke-203 siswa yang baru lulus memiliki kualitas yang baik.

Rumabur optimis anak didiknya akan mampu bersaing dengan pelajar lainnya pada saat memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

“Kata orang, lain koki lain masakan. Anak-anak ini sudah dipersiapkan selama 3 tahun sebelum masa Covid-19. Sebagai pimpinan SMPN Wasior saya menyatakan bahwa anak-anak ini tidak diragukan (kualitasnya). Boleh ada yang masih kurang tetapi tidak terlalu jauh di bawah dari tahun-tahun sebelumnya, “kata Rumabur usai pengumuman kelulusan.

Baca Juga :   Dinas Perumahan Rakyat: Tidak Ada Program BBR dan Rumah Layak Huni 2022

Beberapa alasan yang membuat Rumabur yakin kemampuan siswa lulusan SMPN Wasior tetap bagus meskipun hampir setahun terakhir pembelajaran di sekolah terhambat akibat pandemi Covid-19.

Pertama, Rumabur mengklaim, guru-guru di SMPN Wasior sudah berpengalaman. Kedua, SMPN Wasior telah menyiapkan dengan baik metode pembelajaran dalam masa pandemi corona baik secara daring (online), luring (offline) maupun dengan penggunaan modul.

“Dan kami melakukan itu (dengan baik). Dan terbukti pada hasil ujian kemarin hanya satu dua siswa saja yang mengalami nilainya kurang. Tapi 98 persen siswa ini (nilainya) berada di tingkat rata-rata, “ucap Rumabur.

“Ada 4 siswa yang ikut tes di sekolah Dirgantara di Bali, dia bisa masuk 10 besar bersaing dengan anak-anak di sana. Yang satu ada di Astanas Bandung, yang bersangkutan itu menurut tim penguji di sana bahwa dia sangat menguasai materi, “lanjut pria yang sudah 13 tahun bertugas di SMPN Wasior.

Baca Juga :   Seorang Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Warga di Pantai Dermaga Cokran

Maka dari itu Rumabur berharap semua siswa yang lulus dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya demi meraih masa depan yang lebih baik. Pihaknya juga berharap para orang tua terus memberikan motivasi dan dukungan kepada anak-anak sehingga jangan sampai putus sekolah.

“Anak-anak ini sedang dalam situasi globalisasi. Ketika mereka tidak sekolah maka mereka hanya jadi sampah masyarakat. Kenapa, karena mereka pasti akan kesulitan melamar pekerjaan ke mana saja pasti susah. Karena harus dibuktikan dengan ijazah bahwa dia pernah sekolah,” katanya menambahkan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Johan Windesi juga mengharapkan para siswa terus belajar secara mandiri agar kemampuan akademik mereka tetap terjaga sehingga mampu bersaing saat masuk pada jenjang pendidikan atas.

Windesi tidak menampik kalau pihaknya pesimis dengan kualitas para siswa yang lulus di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Subsidi Kapal dan Pesawat Belasan Miliar, DPRD Wondama Minta Ada Evaluasi

“Pola pembelajaran baru itu (daring, luring dan modul) pasti akan mempengaruhi kesiapan anak-anak dalam menghadapi pendidikan selanjutnya.

Ada kemungkinan anak itu berkualitas tetapi ada kemungkinan juga tidak berkualitas dan ini merupakan tanggung jawab besar yang jadi perhatian Dinas Pendidikan dan guru-guru di sekolah, “ucap Windesi.(Nday)

Pos terkait