Manokwari, Kabartimur.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari resmi bertransformasi menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHHTP). Perubahan status tersebut ditandai dengan Rapat Senat Terbuka yang digelar di Manokwari, Selasa (21/7/2026), sebagai tonggak baru pengembangan pendidikan tinggi di Papua.
Momentum bersejarah ini sekaligus menjadi awal komitmen institut dalam memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas akademik, serta mencetak sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Papua.
Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua, Dr. Filep Wamafma, mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun institusi yang lebih maju dan berdaya saing.
“Saya bangga menjadi bagian dari Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua. Mari kita bersatu, berkarya, dan membangun pendidikan yang berkualitas demi kemajuan Tanah Papua,” ujar Filep Wamafma.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel S. Mofu, menyampaikan apresiasi atas perubahan kelembagaan tersebut. Menurutnya, transformasi ini menjadi bukti meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di Tanah Papua.
Ia mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen perguruan tinggi di Tanah Papua telah terakreditasi dan memenuhi standar nasional dalam penyelenggaraan pendidikan secara legal.
Suriel juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih perguruan tinggi dan tidak mudah tergiur oleh institusi yang belum memiliki izin resmi dari pemerintah.
“Setiap perguruan tinggi yang beroperasi harus memiliki izin resmi. Masyarakat perlu berhati-hati terhadap keberadaan perguruan tinggi yang tidak memiliki legalitas,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Suriel turut menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua yang baru dilantik.
“Selamat dan sukses kepada Rektor beserta seluruh pejabat yang telah dilantik. Semoga amanah yang diemban dapat menjadi berkat dan membawa kemajuan bagi dunia pendidikan di Tanah Papua,” tutupnya. (Red/*)






