Pemkab Manokwari Klaim Berhasil Turunkan Lebih 50 Persen Kasus Stunting

Manokwari,kabartimur.com- Pemerintah kabupaten Manokwari dinilai berhasil turunkan angka kasus stunting lebih dari 50 persen dari angka kasus 135 anak dan saat ini sembuh 67 orang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Manokwari dalam Bupati Manokwari dalam Rapat Koordinasi Penanganan Stunting di Kabupaten Manokwari di Aula DPD PWKI Provinsi Papua Barat, Jl. Trikora Sowi IV Selasa, (8/8/2023).

Bupati menjelaskan bahwa awalnya penderita stunting yang terdata di Manokwari berjumlah 135 anak namun 1 anak dinyatakan meninggal dan 1 anak dibawa pulang ke daerah asalnya sehingga dari 133 anak yang kasus stunting tersebut, saat ini sudah sembuh 67 orang.

“Sebanyak 66 anak belum sembuh dan terus kita intervensi. Berarti kita sudah tuntaskan 50 persen lebih kasus stunting,” ungkapnya.

Menurutnya, intervensi dilakukan pemerintah dengan pemberian makanan bergizi bagi anak stunting. Strategi pemerintah adalah melakukan intervensi melalui posyandu dan puskesmas selama 90 hari sejak bulan Juni.

Baca Juga :   Pilkada Manokwari,  Calon Perseorangan Butuh Dukungan  KTP 14.488 

“Pada 30 hari pertama intervensi, 27 anak berhasil pulih dan 106 anak dilanjutkan penanganannya. Intervensi sampai hari ke 60 ini, dari 106 itu, 40 anak dinyatakan sembuh dan masih 66 anak dilanjutkan penanganannya,” jelasnya.

Bupati mengatakan, untuk menangani 66 anak stunting pada 30 hari ke depan, butuh strategi dan langkah bersama dari semua pihak. Puskesmas, ahli gizi dan kader posyandu menjadi garda terdepan dalam menangani anak stunting.

“PKK, dinas kesehatan dan seluruh puskesmas serta ahli gizi bertanggung jawab pada intervensi pemberian gizi, pola asuh orang tua, lingkungan sekitar anak. Tapi semua harus terkoordinir, tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Data harus benar dan akurat. Pakai instrumen yang tepat ambil data sehingga bisa dipertanggungjawabkan,” harapnya.

Ia menambahkan, semua data dari dinas kesehatan dan puskesmas harus terkoneksi juga dengan OPD-OPD lain. Sehingga OPD lain juga harus memiliki program yang fokus pada penanganan stunting.

Baca Juga :   Kunjungi RSAL dan RSUD Manokwari, BKOW Papua Barat beri bantuan kepada pasien

“Bappeda nanti yang koordinir OPD identifikasi masalah apa yang diperlukan. Misal, ternyata lingkungan sekitar anak stunting tidak ada air, atau toilet, nanti OPD teknis terkait lakukan pembangunan di sana. Optimalkan sumber daya keuangan kita dengan program yang terintegrasi,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Sekda Manokwari, Henri Sembiring mengatakan, untuk efektifitas pelayanan kasus stunting idealnya tiap RW memiliki setidaknya satu posyandu. Selain itu, ahli gizi dan puskesmas perlu mengevaluasi lagi kenapa 66 anak belum sembuh padahal sudah dilakukan intervensi selama 60 hari.

“Jika ada anak-anak sudah diberi asupan gizi tapi tidak naik juga berat badannya, itu harus dikonsultasikan ke dokter. Jangan sampai ternyata anak-anak itu memiliki penyakit bawaan yang menyebabkan berat badan tidak bisa naik,” tandasnya (Red/*)

Pos terkait