Mentan Amran Suleman : Mulai Hari ini Harga Bawang tidak boleh Dibawah Rp12 Ribu/kg

  • Whatsapp

Enrekang,–Kehadiran Mentan RI, Ir. H. Amran Suleman di Kabupaten Enrekang, dalam rangka mengikuti rangkaian acara Festival Bawang Merah se-Indonesia, merupakan angin segar bagi Pemkab Enrekang dan seluruh masyarakat, khususnya Petani Bawang Merah, yang berada di Duri Kompleks.

Festival Bawang Merah tersebut adalah momentum awal terjadinya perubahan stabilitas harga bawang, oleh karena bertepatan dengan anjloknya harga bawang dipasar yang keluhkan warga lantaran murah dan petani merugi, disaat itu pula sang Menteri Pertanian itu datang dan langsung menuntaskan persoalan tersebut pada hari itu juga.

Ir. H. Amran Suleman membuka tanya jawab langsung dengan petani, Pihak Bulog, Pengusaha bawang dan para pelaku UMKM dan Klaster Bawang Merah binaan yang ada di Kabupaten Enrekang untuk mencari akar permasaalahan, terkait dengan problem turunnya harga bawang merah.

Salah seorang petani bawang merah ketika ditanya oleh Pak Menteri, mengaku bahwa harga bawang di Kabupaten Enrekang hanya Rp. 3.000 rupiah/kg, “Iya Pak Mentri, harga bawang hanya 3.000, jadi kami sangat rugi, kalau bisa pak, naikkan menjadi 12.000/kg, supaya tidak rugi”harap Rasyid warga desa Mendatte, Kecamatan Anggeraja.

Mendengar tawaran warganya yang dianggapnya kurang Bupati Enrekang H. Muslimin Bando, langsung naik ke Panggung dan mengajukan permitaannya. “Kalau Pak Menteri mau melihat masyarakat petani bawang menjadi Sejahtera hidupnya, kalau bisa harga bawang Rp. 20.000pi Pak Mentri”pinta MB. Sabtu, 14 Oktober 2017 dilapangan H. Andi Liu Cakke, Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.

Selain itu Kadistanbun Enrekang Ir. Arsyil Bagenda yang juga tak luput diberondong sejumlah pertanyaan oleh Mentan terkait penyebab anjoknya harga bawang merah yang menyebabkan petani mengalami kerugian, yang membenarkan laporan yang dilontarkan sejumlah petani bahwa dengan harga 3000/kg, petani pasti merugi..

“Jelas Petani merugi Pak Menteri kalau hanya Rp. 3000, dengan rinciannya bahwa dalam 1kg, bawang itu, modalnya 12 ribu, jadi rugi”jelas Arsil.

Ketika mendengar laporan antara pihak bulog dan pengusaha swasta dan beberapa petani bawang, Amran Suleman ternganga kaget, mensyinyalir ada yang tidak beres dan harus dituntaskan demi menyelamatkan Petani bawang merah yang ada di Indonesia khusunya Enrekang.

“Persoalan ini harus dituntaskan, saya mendengar laporan keluhan petani, hari ini saya perintahkan kepada Pihak Bulog dan pengusaha swasta ekspotir bawang merah, terhitung mulai hari ini harga bawang merah tidak boleh lagi dibawah 12.000/kg, atau pilih saja mempertahankan jabatan saya copot, atau mepertahankan masyarakat, yah laksanakan,”ancam Mentan.

Penetapan patokan harga Bawang Merah oleh Mentan tersebut dengan harga 12.000/kg, adalah sudah final, hasil dari kordinasi singkat Mentan dengan semua pihak pihat terkait. (Zaini).

img class="details-image" src="https://kabartimur.com/wp-content/uploads/2020/05/GARIS-PUTIH.png" draggable="false" alt="">

Pos terkait