Masih Banyak PNS Enggan Vaksin, Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Wondama Belum 70 Persen

WASIOR – Cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Teluk Wondama sejauh ini belum juga mencapai 70 persen yang merupakan batas minimal tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity).

Data Dinas Kesehatan menunjukkan cakupan vaksinasi di Teluk Wondama hingga 15 November 2022 adalah sebagai berikut ; dosis I sebanyak 17.964 orang atau 64,42 persen dari total sasaran sebanyak 27.885 orang.

Dosis II sebanyak 13.156 atau 47,18 persen dan dosis III (booster) sebanyak 5.067 atau 18,17 persen.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama Hanok Waprak mengklaim, kurang kesadaran masyarakat menjadi faktor utama lambannya pergerakan cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Teluk Wondama.

“Kesadaran masyarakat kita yang masih kurang tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 ini yang menjadi penyebab. Padahal tim kesehatan setiap hari membuka layanan vaksinasi tapi masyarakat yang datang vaksin itu hanya sedikit sekali, “kata Waprak.

Baca Juga :   Umat Katolik Wasior Gelar Prosesi Minggu Palma

Waprak menyampaikan hal itu dalam dialog khusus tentang vaksinasi Covid-19 yang digelar Dinas Kominfo Teluk Wondama di aula RSUD Dr.Alberth Torey di Manggurai – Wasior, Selasa (22/11/2022).

Tidak cuma masyarakat umum, menurut Waprak, masih banyak PNS atau ASN Kabupaten Teluk Wondama yang ternyata masih enggan untuk vaksinasi.

Sebagian besar PNS yang sudah vaksin dosis pertama juga belum melanjutkan hingga dosis lengkap.

“Yang kami soroti itu yang utama kesadaran dari para pegawai atau ASN kita. Sampai sekarang ini banyak ASN yang belum vaksin. Lebih banyak yang vaksin I tapi tidak lanjut ke vaksin II atau booster. Padahal pegawai itu kan seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat, “ujar Waprak.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Teluk Wondama dr.Yoce Kurniawan mengimbau masyarakat termasuk para PNS yang belum divaksin agar segera melakukan vaksinasi demi melindungi diri sendiri juga orang lain.

Baca Juga :   Pernah Terinfeksi Corona, Plh Bupati Wondama Akui Lebih PeDe Setelah Disuntik Vaksin

Yoce mengatakan meskipun secara umum tren penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Teluk Wondama semakin menurun namun vaksinasi tetap diperlukan untuk memastikan masyarakat bisa terlindungi dari virus Covid-19.

“Kenapa harus sampai 70 persen (cakupan) supaya yang kebal itu lebih banyak dari yang tidak kebal. Kalau yang kebal lebih banyak berarti potensi penularan menjadi lebih kecil. Sehingga kita harapkan masyarakat yang belum vaksin atau vaksin belum lengkap supaya segera vaksin sampai dosis III agar bisa tercapai kekebalan kelompok, “kata Yoce.

Terkait masih banyak PNS yang belum mau divaksin atau belum vaksin lengkap, dr Yoce memandang perlu ada sangsi khusus bagi para pegawai yang tetap menolak divaksin.

Sangsinya bisa bersifat administratif atau berupa penundaan pembayaran TPP (tunjangan penghasilan pegawai).

“Menurut saya adanya penundaan TPP seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu bisa diberlakukan lagi. Karena dulu waktu itu diberlakukan, pegawai ramai-ramai mau divaksin, “ucap Direktur RSUD Dr.Alberth Torey itu.

Baca Juga :   Perkuat Kapasitas, Pelaku Usaha OAP di Wondama Ikut Bimtek Kewirausahaan

Tetap Semangat

Sementara itu para pemuka agama mendorong tim kesehatan terutama petugas vaksinator untuk tidak patah semangat meskipun jumlah warga yang datang untuk divaksin semakin menurun.

Mereka juga berharap Pemkab Teluk Wondama terus melakukan sosialisasi dan juga imbauan agar masyarakat mau divaksin sehingga cakupan vaksinasi Covid-19 di Wondama bisa segera mencapai 70 persen.

“Ini tantangan bagi kita semua jadi kuncinya harus semangat dan mencari cara-cara baru supaya masyarakat mau sadar untuk divaksin, “kata Sekretaris BKAG Pendeta Paulus Iskandar.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Teluk Wondama H.Abudin Ohoimas juga berharap petugas medis tetap semangat untuk melakukan vaksinasi. Ohoimas menyatakan pihaknya siap membantu jika dibutuhkan.

“Jadi kami harapkan para petugas medis tetap semangat. Jangan kendor, “kata Ohoimas. (Nday)

Pos terkait