Air Bersih Sulit, Satgas TMMD Kodim Teluk Wondama Buat Sumur Bor di Kampung Yabore

WASIOR, Kabartimur.com – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1811/Teluk Wondama, Sabtu (11/5) memulai pembuatan sumur bor untuk keperluan air bersih bagi warga Kampung Yabore, Distrik Naikere Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

“Sumur bor yang kita buat ada tiga titik untuk keperluan air bersih bagi masyarakat di Kampung Yabore. Kita akan masimalkan seluruh kemampuan supaya pekerjaan sumur bor ini berjalan sesuai target waktu, “ungkap Pasi Ter Kodim 1811/Teluk Wondama Kapten Arh Arlani.

Kapten Arlani mengatakan hingga hari ke-4 pelaksanaan TMMD, progres pembuatan sumur bor telah mencapai 20 persen.

“Sebelum dibor, Kita dengan mencari titik air dengan menggali. Dari situ didapatkan titik air dengan kedalaman 3 sampai 6 meter, “ jelas Kapten Arlani.

Dia mengatakan personel TNI yang terlibat terus bekerja dengan penuh semangat meski dihadapkan dengan cuaca panas serta peralatan kerja yang terbatas.

Baca Juga :   PGRI Wondama Didorong Mampu Cetak Figur Guru Teladan yang Peduli Pendidikan

“Bersama dengan warga setiap hari kami kerjakan sasaran fisik tiga titik sumur bor ini. Harapannya semua sasaran fisik lainnya bisa selesai tepat waktu,” lanjut Arlani.

Kepala Kampung Yabore Yosep Kawieta menuturkan warganya selama ini masih dihadapkan dengan kesulitan air bersih karena letak sumber air yang relatif jauh.

Karena itu pembuatan sumur bor oleh Satgas TMMD menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitan air bersih bagi warga kampung kecil yang berada di perbatasan Teluk Wondama dengan Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah.

“Selama ini masyarakat susah air karena mata air jauh. Jadi kami sangat senang dengan adanya sumur bor yang dibuat bapak-bapak TNI. Ini sangat membantu, “ kata Kawieta.

TMMD ke-120 Tahun 2024 di Kampung Yabore yang dibuka pada 8 Mei 2024 berlangsung selama 30 hari hingga 6 Juni 2024.

Baca Juga :   Tim Tenis Bapor Korpri Wondama Sumbang 4 Tropi Juara

Kampung Yabore yang menjadi lokasi kegiatan merupakan wilayah terpencil di Kabupaten Teluk Wondama. Warga setempat sebagian besar menggantungkan hidup dari bertani dan hasil hutan berupa kayu dan binatang buruan. (Nday)

 

Pos terkait