Inspeksi Proyek Air Bersih di Kampung Sobey Indah, Komisi C DPRK Wondama Temukan Pipa Belum Sampai Kampung – Air Belum Mengalir

WASIOR, Kabartimur.com – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Wondama, Rabu (7/10) turun lapangan meninjau proyek pembangunan jaringan air bersih di Kampung Sobei Indah, Distrik Teluk Duairi.

            Dari peninjauan lapangan itu diketahui proyek yang dikerjakan pada awal tahun 2026 rupanya belum sepenuhnya selesai. Intake dan jaringan pipa memang sudah terbangun namun air sama sekali belum mengalir hingga ke kampung.

Temuan itu membuat Ketua Komisi C Yuliana Manupapami bersama para anggota kaget. Sebab, sekitar dua bulan lalu pihaknya bersama pegawai Dinas PUPR sudah pernah turun mengecek dan pihak dinas menjamin bahwa pekerjaan sudah sepenuhnya tuntas.

“Kami akan panggil dinas terkait untuk rapat dengar pendapat. Karena sekitar dua bulan lalu kami komisi C sudah turun di sini bersama Dinas PUPR. Ternyata realisasinya air belum mengalir ikut pipa dan masyarakat yang ada di Kampung Sobei mereka belum menikmati air, “ucap Manupapami kecewa.

Baca Juga :   Hantaru 2021, Wabup Andi Kayukatuy Serahkan Sertipikat Redistribusi Tanah kepada Masyarakat

Perihal proyek yang belum tuntas dan air belum yang mengalir dibenarkan oleh Ketua RT II Kampung Sobey Indah, Zakarias Manirey yang ikut mendampingi Komisi C melakukan inspeksi.

“Sejak pekerjaan ini ada, kami masyarakat Kampung Sobey Indah belum menikmati air bersih, “ucap Manirey.

Pipa Baru Disambung ke Pipa Lama

Berdasarkan pengakuan warga diketahui bahwa jaringan pipa dari lokasi intake sepanjang lebih kurang 4 Km menuju Kampung Sobei Indah ternyata belum seluruhnya terpasang.

            Kamto, warga Kampung Sobey Indah menyebut jaringan pipa induk termasuk jaringan sekunder yang masuk ke rumah warga sebagian besar merupakan jaringan lama yang telah dikerjakan sekitar tahun 2014.

            “Yang pipa hitam ini (jaringan baru) belum sampai ke kampung. Yang sampai di kampung itu yang pipa lama yang dikerjakan Pak Tiku (Proyek Provinsi Papua Barat), “kata Kamto.

Baca Juga :   Jelang Ramadan, Dinas Perindagkop Sebut Stok Bapok di Wondama Aman Hingga Tiga Bulan ke Depan

            “Selama ini kita pakai air dari pipa lama yang pipa besi ini. Masyarakat biasa secara swadaya betulin sendiri kalau ada pipa yang rusak seperti sekarang ini (warga Tengah melakukan perbaikan pipa yang rusak karena kebakaran hutan), “lanjut Kamto.

Berdasarkan keterangan warga, Komisi C kemudian melakukan penelusuran mengikuti jalur pipa baru yang sudah terpasang. Dan akhirnya ditemukan fakta jaringan pipa baru tersebut ternyata baru dipasang sepanjang lebih kurang 1 Km saja dari titik intake.

 Di sebuah titik ditemukan jaringan pipa baru itu malah disambungkan ke jaringan pipa lama (pipa besi) yang memang sudah ada sebelumnya. Diduga kuat hal itu sengaja dilakukan untuk mengakali volume pekerjaan sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

“Pantas saja air tidak sampai di kampung karena ternyata pipa cuma sampai di sini dan mereka kasih konek dengan pipa lama. Temuan ini akan kita pertanyakan ke dinas karena kita curiga ada yang tidak beres ini, “kata Anggota Komisi C Matius Patongloan. (Nday)

Baca Juga :   Pengelolaan Dana Desa, Kejati PB Ingatkan Kepala Desa di Wondama Jangan Latihan Lain Main Lain

Pos terkait