Toraja Utara, kabartimur.com – Pembangunan jalan di Kampung Dorra Pamisakan, Lembang Limbong Langgi, Kecamatan Bangkelekila, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang sempat menjadi sorotan publik karena tidak dilengkapi papan informasi proyek, dipastikan bukan berasal dari anggaran pemerintah. Pekerjaan tersebut merupakan hasil swadaya dan gotong royong masyarakat setempat.
Hal itu terungkap setelah awak media melakukan konfirmasi langsung kepada warga di lokasi pekerjaan pada Sabtu (18/7/2026). Masyarakat menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut dibiayai secara mandiri melalui kesepakatan empat saroan (kelompok masyarakat) yang berinisiatif memperbaiki akses jalan akibat kondisinya yang telah rusak parah.
Salah seorang warga mengatakan, perbaikan jalan dilakukan karena kerusakan yang terjadi selama bertahun-tahun telah mengganggu aktivitas masyarakat.
“Warga dari empat saroan kampung sepakat bergotong royong memperbaiki jalan ini. Ada beberapa titik yang sudah rusak parah dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu kami berinisiatif mengerjakannya sendiri,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan proses pembangunan masih berlangsung. Sebuah mesin molen masih berada di area pekerjaan dan digunakan untuk melanjutkan pengecoran jalan yang dikerjakan secara bergotong royong oleh warga.
Menurut masyarakat, jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Kondisi infrastruktur yang terus mengalami kerusakan akhirnya mendorong warga mengambil langkah sendiri agar akses transportasi tetap dapat digunakan.
Jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kampung Dorra Pamisakan dengan sejumlah wilayah lain, di antaranya Lembang Liku Lambek, Lembang Ulu Salu, Lembang Roroan Barrak-Barrak, hingga Kecamatan Sa’dan. Kerusakan jalan selama ini dinilai berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur tersebut agar pembangunan jalan dapat dituntaskan secara menyeluruh.
“Selama ini kondisi jalan terkesan kurang diperhatikan, padahal merupakan akses penting yang menghubungkan beberapa wilayah. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius,” kata warga. (Red/MTS)






