Tolak untuk Bangun Jalan dan Jembatan, Elysa Auri : Dana Otsus Harus Sepenuhnya untuk Orang Papua

  • Whatsapp

WASIOR – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Teluk Wondama nomor urut 1 Elysa Auri-Fery Auparay (A2) berjanji menghadirkan pemerintahan yang melayani dan berpihak kepada rakyat.

Salah satu wujudnya adalah dengan mengarahkan sepenuhnya dana otonomi khusus (Otsus) untuk pemberdayaan orang asli Papua di Teluk Wondama.

Elysa Auri menyatakan jika terpilih dalam Pilkada 2020, pihaknya akan memastikan alokasi dana Otsus seluruhnya dimaanfatkan untuk menjawab kebutuhan dasar orang asli Wondama.

Caranya dengan melakukan optimalisasi program dan kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sektor terkait lainnya guna mendorong peningkatan kesejahteraan penduduk lokal Wondama.

“Uang Otsus itu harus ada keberpihakkan penuh kepada masyarakat asli Wondama. Tidak harus ke mana-mana. Tidak dipakai uang itu untuk bangun jalan. Uang itu bukan dipakai untuk bikin jembatan, tidak. Uang itu diperuntukkan penuh kepada orang-orang Papua,” tandas Auri dalam kampanye terbatas di kompleks Huntap Bappeda, Kampung Rado Distrik Wasior, Jumat (30/10/2020).

Alumni SMPN Wasior itu menegaskan Otsus adalah bentuk tanggung jawab negara atas tetesan darah dan air mata dari orang Papua. Karena itu setiap pemimpin di tanah Papua harus memastikan dana Otsus yang dikucurkan pemerintah pusat sepenuhnya bisa dinikmati oleh orang asli Papua.

“Orang Papua harus tahu berapa saya pegang bagian dari uang Otsus itu. Barang ini kita mati untuk barang ini. Barang ini kita menangis juga untuk barang ini. Kenapa tidak kita pegang 1 hari misalnya 200 sampai dengan 300 ribu.

Maka itu jangan pakai untuk jalan, jembatan lagi. Masih ada uang lain yang bisa kita pakai untuk bangun jalan dan jembatan,“ ucap mantan Asisten Sekda Provinsi Papua ini.

Auri lantas memaparkan beberapa program unggulan yang dipersiapkan Pasangan A2 yang dibiayai dengan dana Otsus apabila nanti mereka terpilih sebagai duet pemimpin baru Wondama.

Di bidang pendidikan, kata Auri, akan dibuka sekolah unggulan berpola asrama setingkat SMA/SMK yang seluruh biaya pendidikan dan keperluan di asrama ditanggung oleh pemerintah. Sekolah itu disiapkan untuk menampung siswa lulusan SMP yang berprestasi dan memiliki bakat khusus.

Pelajar yang lulus dari sekolah unggulan tersebut selanjutnya akan diarahkan untuk masuk ke beberapa akademi ikatan dinas.

Auri menyebut, dia telah membangun kerjasama awal dengan 7 akademi ikatan dinas yang ada di Indonesia. Dia mengklaim memiliki memiliki relasi dengan pimpinan 7 akademi ikatan dinas itu.

Diantaranya IPDN, Akademi Kepolisian, Akademi Angkatan Darat, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, Sekolah Tinggi Statistik, Akademi Perhubungan dan beberapa lainnya.

“Sekolah ini (akademi ikatan dinas) dari ujung rambut sampai ke ujung kaki di bayar negara. Nanti tamat langsung jadi PNS dan diangkat dengan golongan III-A. Hitung saja kalau dalam 1 tahun itu anak-anak Wondama, 50 saja sudah terlalu banyak, mungkin kitong punya anak Wondama ini habis dan kitong cari orang lain lagi. “kata mantan Plt Bupati Asmat, Provinsi Papua.

Selanjutnya di bidang Kesehatan, Paslon A2 yang diusung PDIP, PKPI dan PSI menawarkan jaminan sosial berupa tunjangan bagi ibu hamil serta para lansia.

Melalui program yang diberi nama ‘Kawan Ibu Hamil, duet Auri-Auparay menjanjikan tunjangan berupa uang bagi setiap perempuan asli Wondama yang mengandung. Tunjangan diberikan selama 9 bulan penuh sampai yang bersangkutan melahirkan dengan persalinan dibebaskan alias gratis.

Jaminan sosial juga disediakan bagi kaum usia lanjut berusia 60 tahun ke atas lewat program ‘Kawan Lansia’. Semua lansia yang bukan pensiunan PNS dan TNI/Polri akan diberikan tunjangan hari tua.

“Kalau ini kita lakukan maka tidak hanya kami yang pensiunan PNS atau TNI/Polri datang ke bank untuk ambil pensiun. Bapa mama yang usia di atas 60 tahun mereka juga berhak ambil uang (tunjangan hari tua) di bank. Kita pakai uang apa, pakai uang Otsus lagi, “pungkas Auri. (Nday)

Pos terkait