Tingkatkan Produksi Tanaman Pangan Dinas TPHP Papua Barat Salurkan Bantuan Bibit Ke Petani

MANOKWARI, Kabartimur.com- Guna meningkatkan produksi tanaman pangan di Provinsi Papua barat, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) menyalurkan bantuan bibit kepada petani yang ada di beberapa kabupaten kota di Papua barat.

Kepala bidang tanaman pangan, Lodwick Anari ,SP, MM menyampaikan bahwa ditahun 2022 dinas TPHP Papua barat mengimplementasikan sejumlah program bantuan bibit yang dibiayai oleh APBN dan APBD Provinsi Papua Barat.Untuk dana APBD bersumber dari dana Otsus dialokasikan khusus kepada masyarakat Orang Asli Papua (OAP).

“Semua program kegiatan sudah dilaksanakan dan sedang berjalan di beberapa kabupaten kota yang ada di Papua barat, namun tidak semua mampu dijangkau karena adanya keterbatasan anggaran” ujar Anari.

Anari menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat berupa benih jagung , Ubi Jalar dan mesin panen pertanian khusus untuk daerah persawahan dan tanaman Jagung sementara pemerintah provinsi Papua barat mengalokasikan anggaran melalui dana Otsus dan programnya juga dikhususkan untuk OAP berupa pengadaan tanaman pangan bibit lokal seperti ubi jalar, ubi kayu dan keladi.

Baca Juga :   Tiga Tahun Siswa SD inpres 108 Sugemeih Dowansiba,Terlantar

Anari berharap agar program bantuan yang dilaksanakan mampu meningkatkan produksi pangan petani dalam menghadapi krisis pangan yang tengah dirasakan oleh dunia.

Sebagaimana diketahui bahwa saat ini dunia tengah berhadapan dengan ancaman krisis pangan global, tidak saja akibat laju pertumbuhan penduduk dunia yang tidak sebanding dengan produksi pangan dunia, tapi juga akibat terganggunya pasokan pangan.

Selain itu Perubahan iklim yang nyata membuat semakin banyak siklon dan hujan di atas normal yang menyebabkan banyak areal pertanian tergenang banjir dan menurunkan produksi pangan dunia.

Juga terkonsentrasinya produk pangan pokok, seperti gandum, sorgun, beras dan jagung, pada sejumlah negara membuat negara lain sangat bergantung dan menjadi krisis jika tata niaga terganggu, seperti munculnya konflik antarnegara, termasuk konflik Rusia dan Ukraina.

Hal itu semua disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya saat menghadiri Perayaan 50 Tahun HIPMI Tahun 2022, Jumat (10/6) di Jakarta, mengingatkan ancaman ketahanan pangan.

Baca Juga :   Tingkatkan Prestasi Olahraga, Dinas PPO Pegaf Siap Kerjasama Dengan KONI.

Yang berkaitan dengan pangan itu hati-hati ke depan. Karena diperkirakan hari ini ada kira-kira 13 juta orang yang sudah mulai kelaparan di beberapa negara, karena urusan pangan.

Jokowi mengungkapkan, sejumlah negara sudah mulai membatasi ekspor pangan, sehingga kemandirian pangan menjadi hal yang sangat penting bagi Indonesia. Apalagi saat ini 22 negara pengekspor pangan sudah mulai menyetop ekspornya untuk cadangan pangan mereka

Anari menyebut bahwa target luasan lahan untuk produksi padi di Papua barat sekitar 2000 ha, jagung 1000 ha, ubi jalar 200 ha, yang tersebar di kabupaten Sorong, Sorong selatan, Manokwari , Bintuni, dan Wondama yang mendapatkan bantuan tanaman lokal.

Anari berharap agar ditahun mendatang pemrintah mengalokasikan penambahan anggaran agar petani yang ada di sejumlah kabupaten kota di Papua barat semua bisa terakomodir karena luasan wilayah yang akan mendapatkan program tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang tersedia.

Baca Juga :   Operasi Ketupat 2022, Polres Manokwari Hadirkan 5 Posko Pengamanan

Pihaknya berharap agar program selanjutnya semua petani yang ada di kabupaten kota di wilayah provinsi Papua barat bisa diakomodir.(Red/VR)

Pos terkait