Rasia Dinsos Dinilai Hanya Pencitraan.

  • Whatsapp

MAKASSAR, Kabar Timur — Jelang pelantikan pejabat eselon ll, lll dan lV lingkup Pemerintah Kota Makassar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat oleh Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar gencar melakukan razia gabungan terhadap Pekerja Seks Komersil (PSK) yang ada di Kota Makassar. Kali ini, pada rabu (25/5) malam, Dinsos Kota Makassar menyisir kawasan Jalan Nusantara yang sejak dulu dikenal sebagai kawasan berlendir dengan menyasar perempuan yang diduga kuat sebagai PSK.

Razia yang digelar Dinsos Kota Makassar yang dibantu beberapa petugas Kepolisian dinilai kurang tegas dan dapat dikatakan hanya sebagai pencitraan saja.

Pasalnya, setelah menjaring sebanyak empat perempuan yang duduk di warung remang remang dengan gencu berwarna terang dan baju kensi. Sesaat kemudian, Dinsos Kota Makassar melepaskan begitu saja tiga dari empat perempuan yang terjaring razia yang diduga kuat sebagai PSK setelah adanya beberapa orang mengaku sebagai orang tua ataupun suami dari beberapa perempuan tersebut tanpa memperlihatkan bukti kuat.

Sedangkan menurut Kepala Dinsos Kota Makassar, Yunus Said mengatakan, ketika melakukan razia, pihaknya sama sekali tidak ingin membabi buta dengan menahan perempuan yang ada. Apalagi jika ada orang yang menghadap kepada dia dan mengaku jika perempuan yang terjaring adalah istri atau anaknya dengan memperlihatkan bukti yang nyata, maka dia pasti akan melepaskan perempuan tersebut.

“Kalau ada orang yang mengaku perempuan tersebut adalah istri atau anaknya dengan menunjukkan bukti berupa foto pengantin untuk suami istri, maka kami tentunya akan melepaskan perempuan tersebut,” katanya.

Sedangkan perempuan lain yang juga menggunakan pakaian kensi berada didalam kios, Dinsos Kota Makassar terlihat tidak bertaring menyentuh atau merazia seperti perempuan yang ada di warung remang remang.

“Perempuan yang ada didalam kios itu sangat tidak berpotensi untuk di razia, meskipun mereka menggunakan pakaian kensi. Karena indikasi untuk mengatakan perempuan yang ada didalam kios itu PSK siapa yang berani tentukan,” singkatnya.

Dari pantauan di lokasi, selain melibatkan beberapa petugas Kepolisian saat razia. Dinsos Kota Makassar juga mengajak Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM), Zulkarnain Ali Naru untuk menunjukkan lokasi yang ada di kawasan Jalan Nusantara yang diduga kuat sebagai tempat praktik prostitusi.

Saat razia, kawasan berlendir yang sudah menjadi rahasia umum hampir setiap malam ramai dipadati perempuan sexy dipinggir jalan, saat itu suasana di Jalan Nusantara terlihat sepih dan nyaris tidak terlihat adanya perempuan yang diduga sebagai praktik prostitusi berdiri di pinggir jalan.

Bahkan Dinsos Kota Makassar hanya menunggu arahan dari AUHM untuk menunjukkan warung remang remang yang hanya dijaga perempuan yang saat itu berpakaian kensi, untuk selanjutnya segera diangkut ke dalam mobil Saribattang milik Dinsos untuk dibawa ke kantor Balaikota untuk didata karena diduga sebagai praktik prostitusi. (*)

Pos terkait