M1R S-S Manokwari Raya Gelar Aksi 1000 Lilin dan Doa Bersama Bagi Korban Gempa Maluku

  • Whatsapp

MANOKWARI- Maluku Satu Rasa (M1R) Salam-Sarane Manokwari Raya melaksanakan aksi 1000 lilin dan doa bersama bagi saudara-saudara yang sedang mengalami bencana alam gempa bumi di Kota Ambon dan Sekitarnya.

Aksi 1000 lilin tersebut diikuti ratusan masyarakat asal maluku yang berdomisili di Manokwari ditaman I. S Kijne, Sabtu (26/10/19) tepat pukul 20.00 Wit.

Menarikanya, aksi ini berlangsung dengan kolaborasi antara Salam dan Sarane ini, yakni adanya acara hiburan dengan menyanyikan lagu-lagu rohani dari M1R, yang beragama Kristen dan lagu-lagu kasidah dari yang beragama Islam.

Lebih mendalami dan menghayati duka Maluku, aksi ini juga diisi dengan puisi, yang berjudul Maluku manangis, yang mengisahkan bencana Maluku. Suasana haru pun semakin membuat aksi 1000 lilin yang dihadiri ratusan anggota M1R Manokwari Raya dan seluruh tamu undangan yang hadir.

Pendeta Pieter Tauran Mth dalam siraman Rohani, menyampaikan, bahwa baik kristen maupun muslim, bukan berdasarkan pilihan masing-masing, akan tetapi dalam kedaulatan Tuhan semua umat dilahirkan, itulah yang diwujud nyatakan dalam Maluku Satu (1) Rasa Salam Sarane, M1R Manokwari.

Selain itu, sebelumnya Tausiah juga sempat disisi oleh Ustad Dudi Ramdani. Yang juga menyampaikan pesan-pesan tentang kekompakan. Sebab dengan adanya komunitas M1R sudah mewujudkan toleransi antara umat beragama di Manokwari Raya dan Papua Barat.

Ketua M1R Manokwari Raya, Roy, mengatakan, makna dari puisi, sangat menyentuh hati. M1R, dibentuk tanggal 19 September 2019, terdapat program prioritas, seperti aksi penggalangan dana di lampu merah Wosi, penjualan korek, dan aksi penggalangan dana lainnya, guna membantu besudara Maluku yang terkena bencana alam gempa bumi.

Ketua MR1 juga sempat mengisahkan tentang kondisi besudara Maluku yang mengalami bencana gempa bumi tersebut. Dimana saat dirinya mengantarkan bantuan yang berhasil digalangkan di Maluku, menyaksikan secara langsung suasana bencana. Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Maluku yang ada di Manokwari untuk ikut merasakan Basudara yang terkena bencana.

“Katong tiba di sana terjadi gempa 5 koma sekian SKR. Dan basudara Maluku yang terkena dampak bencana gempa bumi hanya tidur beralaskan tikar, bahkan ada yang tidur di atas tanah yang basah tanpa beralaskan tikar,” tutur Roy.

Irisi di kuku rasa di daging, ale salam, beta sarane.

Smn

Pos terkait