TORAJA UTARA, kabartimur.com – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur peningkatan ruas jalan penghubung Tallunglipu–Bori Lombongan, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, disorot karena dinilai berjalan lambat atau terkesan *slow action*.
Proyek peningkatan jalan tersebut menelan anggaran sebesar Rp3.965.648.350,73 atau sekitar Rp3,9 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025. Pekerjaan itu dikerjakan oleh CV Mandiri Jaya Papua yang beralamat di Jalan C. Heatubun, Mimika, Papua Tengah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah item pekerjaan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Bahkan proyek tersebut disinyalir dikerjakan asal jadi dan hingga kini belum juga rampung, meski waktu pekerjaan disebut telah melewati target penyelesaian.
Salah seorang warga, Damar, mengeluhkan progres pekerjaan yang dinilai belum mencapai 100 persen. Kondisi itu, kata dia, menjadi perhatian masyarakat dan para pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Beberapa titik pekerjaan ini masih membutuhkan penyelesaian, sementara aktivitas masyarakat di ruas jalan Bori Lombongan tetap padat setiap harinya,” ungkap Damar, Rabu (13/5/2026).
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar proyek jalan tersebut segera dituntaskan sehingga dapat dilalui dengan aman dan layak.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPRD Toraja Utara, Andarias Sulle, mengaku pihaknya telah turun langsung meninjau lokasi proyek bersama tim dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Kami sudah turun meninjau langsung di sejumlah proyek tersebut. Memang pekerjaan ini belum rampung, namun seharusnya sudah tuntas. Seharusnya masyarakat sudah bisa merasakan hasil pembangunan tersebut,” kata Andarias saat dikonfirmasi di sela-sela rapat paripurna.
Legislator dari Partai Solidaritas Indonesia itu menegaskan pihaknya meminta kontraktor pelaksana segera menyelesaikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan waktu yang telah ditentukan.
Selain itu, pengawasan dari instansi teknis juga diminta diperketat agar proyek bernilai miliaran rupiah tersebut tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat maupun keuangan negara.
“Masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui dinas terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Hal ini demi memastikan kualitas pembangunan jalan di Toraja Utara benar-benar layak digunakan dalam jangka waktu yang lama,” tegasnya.
Penulis: Matius.






