Kedisiplinan Siswa SMPN 1 Rantepao Disorot, Kadisdik: Disiplin Awal Pembentukan Karakter

TORAJA UTARA, kabartimur. com- – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toraja Utara, Yermia T.M. Marewa menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan kunci utama dalam keberhasilan pendidikan sekaligus awal pembentukan karakter peserta didik.

Hal itu disampaikan Yermia saat menghadiri kegiatan sosialisasi Petunjuk Teknis Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Rantepao, Senin (11/5/2026).

Sorotan terhadap kedisiplinan muncul setelah terlihat puluhan siswa SMPN 1 Rantepao terlambat mengikuti upacara sekolah. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu contoh menurunnya disiplin siswa di lingkungan sekolah.

Menurut Yermia, kepala sekolah dan tenaga pendidik harus mampu menjadi teladan bagi siswa melalui penerapan aturan yang jelas, konsisten, dan pendekatan yang mendidik.

“Kunci utamanya adalah membangun kesadaran diri siswa, bukan sekadar takut dihukum. Contohnya melalui dialog, kerja sama dengan orang tua, dan penerapan konsekuensi logis yang bersifat mendidik,” ujar Yermia saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga :   Mambor Dorong PNS Wondama Ikut Komcad untuk Bentuk Mental dan Karakter Kuat dan Unggul

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman di tengah perkembangan era digital dan media sosial. Menurutnya, peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan sebagai kontrol sosial agar anak-anak tidak terjerumus pada pengaruh negatif.

“Pentingnya kontrol sosial ini untuk mencegah dampak negatif media sosial, seperti kecanduan layar dan gangguan perkembangan sosial-emosional. Dengan pengawasan, teknologi justru dapat menjadi alat pembelajaran interaktif,” katanya.

Selain persoalan disiplin, Yermia turut menyoroti kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Ia menilai tindakan bullying tidak bisa dianggap sepele karena berdampak serius terhadap psikologis korban.

“Bullying terlihat sepele, namun imbasnya bisa masuk kategori pembunuhan karakter,” tegasnya.

Untuk mencegah bullying, pihak sekolah diminta membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Kepala sekolah dan guru juga diminta memperketat pengawasan di titik-titik rawan seperti kantin, lorong, dan kamar mandi sekolah.

Baca Juga :   Besok, Pembongkaran Pasar Sanggeng Akan Dilaunching

Selain itu, sekolah didorong membentuk tim anti-bullying, melakukan sosialisasi rutin, memperkuat layanan konseling melalui guru BK, serta membangun komunikasi intensif dengan orang tua siswa. (Red/*)

Pos terkait