TORAJA UTARA, KABARTIMUR.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Kali ini, kebakaran melanda kawasan hutan rakyat di Dusun Lumika, Lembang Rantebua Sanggalangi, Kecamatan Rantebua, Rabu (2/9/2026) siang.
Petugas Polres Toraja Utara, Kodim 1414/Tator, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sadang II, pemerintah lembang, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk memadamkan api.
Kapolsek Sanggalangi Iptu Daniel mengatakan, petugas harus berjalan kaki sekitar 800 meter menuju titik kebakaran karena medan sulit dijangkau kendaraan.
Menurut Daniel, sekitar tiga hektare lahan terbakar. Api sulit dipadamkan karena membakar dedaunan kering, pakis, dan daun pinus, serta diperparah getah pohon pinus dan tiupan angin kencang.
“Sebagian api sudah dapat dipadamkan. Namun, petugas masih melakukan pemantauan untuk mencegah api meluas,” kata Daniel.
Sebanyak 12 personel kepolisian, satu personel Kodim, dua personel KPH Sadang II, kepala lembang, serta sekitar 15 warga terlibat dalam proses pemadaman menggunakan peralatan manual.
Kepala Lembang Sanggalangi, Usman L. Makassa, mengatakan pemadaman dilakukan secara manual untuk mencegah api merembet ke wilayah lain dan mendekati permukiman warga.
Polsek Sanggalangi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Petugas meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.00 Wita setelah kondisi api sebagian berhasil dikendalikan.
Berdasarkan data BPBD Toraja Utara, Karhutla telah terjadi sebanyak 11 kali sepanjang akhir Agustus hingga awal September 2026. Kondisi kemarau panjang diduga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. (Red/MTS)






